Melihat Masa Depan Indonesia dari Keragaman Daerah

Diskusi dua mahasiswa tentang gagasan Archipelagic Thinking atau cara berpikir kepulauan di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026. Dokumentasi/ istimewa.

Melihat Masa Depan Indonesia dari Keragaman Daerah

Deny Irwanto • 24 August 2026 00:04

Jakarta: Masa depan Indonesia disebut bisa oleh kemampuan memahami keragaman masyarakat dan karakter setiap daerah. Pemikiran tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas Dhana Baswara dan Tiyo Ardianto dalam pertemuan di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Kedua mahasiswa ini mendiskusikan gagasan Archipelagic Thinking atau cara berpikir kepulauan yang menempatkan keberagaman wilayah sebagai bagian penting dalam melihat persoalan. Gagasan tersebut kemudian diarahkan untuk membuka ruang dialog dengan generasi muda di berbagai daerah.

Dhana Baswara yang menempuh pendidikan kebijakan publik di Universitas Sussex, Inggris, berbagi pengalaman mengenai kehidupan sosial dan politik di negara tersebut. Sementara Tiyo Ardianto, mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), mendalami sejumlah pemikiran yang berkaitan dengan karakter masyarakat dan sistem politik.

Salah satu hal yang menarik perhatian dalam diskusi tersebut adalah bagaimana masyarakat Inggris tetap mempertahankan sejumlah tradisi di tengah kehidupan sosial yang terbuka. Pengalaman itu kemudian menjadi bahan perbandingan untuk melihat bagaimana Indonesia dapat mengelola keberagaman yang dimilikinya.

Tiyo melihat Indonesia dan Inggris memiliki kesamaan sebagai negara kepulauan. Dari perbandingan tersebut, muncul gagasan untuk mengembangkan cara berpikir yang lebih memperhatikan karakter geografis, sosial, dan budaya setiap wilayah.


Diskusi dua mahasiswa tentang gagasan Archipelagic Thinking atau cara berpikir kepulauan di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026. Dokumentasi/ istimewa.

Archipelagic Thinking dipandang sebagai kerangka untuk memahami Indonesia secara lebih menyeluruh. Pendekatan ini menekankan pentingnya melihat setiap daerah berdasarkan kondisi dan karakter masing-masing, sehingga kebijakan yang dibuat tidak selalu menggunakan pendekatan seragam.

Menurut gagasan tersebut, keberagaman daerah perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan. Karakter masyarakat, kondisi geografis, budaya, hingga kebutuhan setiap wilayah dapat berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai.

Mengajak Anak Muda Berdiskusi


Untuk mengembangkan gagasan tersebut, Tiyo dan Dhana berencana menggelar roadshow ke sejumlah daerah di Indonesia. Kegiatan itu ditujukan untuk membuka ruang pertemuan dengan generasi milenial dan Generasi Z sekaligus mendengarkan pandangan mereka mengenai masa depan daerah masing-masing.

"Kita akan lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin mendalami pemikiran anak muda dari seluruh Indonesia mengenai masa depan daerah mereka," kata Tiyo dalam diskusi tersebut dikutip Minggu, 23 Agustus 2026.

"Kita ingin mendalami pemikiran anak muda dari seluruh Indonesia mengenai masa depan daerah mereka," timpal Dhana.

Format kegiatan tersebut masih dalam tahap pembahasan. Sejumlah pilihan yang dipertimbangkan antara lain diskusi terbuka, siniar atau podcast, hingga dokumenter.

Dhana yang tengah merintis portal media dan siniar RayaTimes juga membuka kemungkinan menjadikan platform tersebut sebagai mitra media. Skema pendanaan untuk mendukung pelaksanaan Roadshow Archipelagic Thinking masih disiapkan.

Bagi keduanya, ruang dialog dengan anak muda menjadi penting karena generasi tersebut akan menjadi bagian dari kelompok yang menentukan arah Indonesia untuk masa depan.

Menurutnya persiapan tersebut dapat dimulai dengan membangun kesadaran generasi muda terhadap persoalan sosial, budaya, dan etika. Dengan demikian, pembicaraan mengenai masa depan Indonesia tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas manusia dan kemampuan menjaga keberagaman.

"Di tangan generasi muda yang punya kesadaran moral dan budaya yang tinggi, potensi Indonesia Emas bisa terwujud," ujar Tiyo.

Gagasan Archipelagic Thinking pada akhirnya masih menjadi pemikiran yang akan dikembangkan melalui berbagai diskusi. Rencana roadshow ke sejumlah daerah diharapkan dapat memperkaya gagasan tersebut dengan pengalaman dan pandangan anak muda dari berbagai penjuru Indonesia.

(Deny Irwanto)