Talenta Digital Jadi Penentu Posisi RI di Persaingan Teknologi Global

Ilustrasi AI. Foto- Medcom.id

Talenta Digital Jadi Penentu Posisi RI di Persaingan Teknologi Global

Achmad Zulfikar Fazli • 5 July 2026 17:25

Jakarta: Penguatan talenta digital menjadi faktor utama menentukan posisi Indonesia di tengah persaingan teknologi global yang semakin ketat. Kualitas sumber daya manusia menjadi penentu dalam menghadapi perubahan struktur industri digital, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial dan transformasi ekosistem teknologi.

“Talenta digital menjadi faktor penentu. Dengan kemampuan manusia yang kuat, kita bisa mengatasi keterbatasan infrastruktur dan meningkatkan daya saing,” kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 5 Juli 2026.

Dia menyampaikan persaingan teknologi global tidak lagi bertumpu pada infrastruktur semata, tetapi juga pada penguasaan talenta dan kemampuan inovasi. Kondisi ini menuntut Indonesia memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bagian dari rantai nilai pengembangan teknologi global.

Nezar menjelaskan perkembangan teknologi digital ditandai kompetisi global yang sangat cepat, termasuk pada lapisan infrastruktur komputasi dan kecerdasan artifisial. Dalam konteks tersebut, Indonesia masih memiliki tantangan dalam memperkuat posisi pada rantai pasok teknologi global.

Menurut dia, penguatan talenta digital menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam menghadapi perubahan tersebut.

“Indonesia harus keluar dari posisi hanya sebagai pengguna teknologi. Kita perlu masuk ke proses penciptaan, bukan hanya pemakaian,” kata Nezar.

Wamenkomdigi Nezar Patria. (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital)

Kampus Pintu Masuk Bangun Ekosistem Inovasi

Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan talenta digital. Kampus dinilai menjadi pintu masuk strategis untuk membangun ekosistem inovasi yang terhubung dengan kebutuhan industri dan kebijakan pemerintah.

Kemkomdigi saat ini menjalankan program penguatan talenta digital melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk AI Talent Factory, yang dilaksanakan di sejumlah kampus di dalam dan luar Jawa. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pengembangan kompetensi digital secara lebih merata.

“Kampus menjadi pintu masuk untuk membangun talenta digital yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan,” ujar Nezar.

Dia juga menekankan penguatan talenta digital tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga pemahaman terhadap dinamika global, termasuk aspek geopolitik teknologi dan perubahan struktur ekonomi digital yang berlangsung cepat.

Melalui pendekatan tersebut, Kemkomdigi menempatkan pengembangan talenta digital sebagai bagian penting dari strategi nasional untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem teknologi global yang terus berkembang.

(Achmad Zulfikar Fazli)