Keadaan di ruang informasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang masih dipenuhi lumpur setinggi 50 cm pasca banjir hingga melumpuhkan pelayan medis di RS milik pemda Aceh Tamiang tersebut, Selasa, 9 Desember 2025. ANTARA/Dede Harison
Pemulihan Akses Kesehatan di Aceh Tamiang Terkendala Lumpur
Silvana Febiari • 31 December 2025 13:48
Aceh Tamiang: Relawan dan tenaga kesehatan (nakes) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Yogi Prabowo mengungkapkan kendala dalam memulihkan akses kesehatan bagi masyarakat Aceh Tamiang, Aceh. Salah satu kendala utama adalah ketebalan lumpur.
"Tantangan medis terbesar adalah pembersihan lumpur yang mengenai fasilitas kesehatan. Karena lumpurnya begitu tebal, hingga empat minggu ini juga faskes-faskes ini masih banyak yang berlumpur dan belum bersih," kata Yogi, dikutip dari Antara, Rabu, 311 Desember 2025.
Yogi menjelaskan pembersihan yang dilakukan terhadap fasilitas kesehatan (faskes) juga tidak bisa dilakukan secara terpisah. Sebab, warga yang datang ke faskes berasal dari berbagai wilayah yang juga tertutup lumpur.
"Seandainya pun dibersihkan, jalanannya masih berlumpur, sehingga nanti tetap akan kotor lagi, karena pasien keluar masuk dan juga para pengungsi yang berobat, (nantinya) juga akan kotor lagi," jelas dia.
Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat & Bantuan Kebencanaan Ikatan Alumni (Iluni) FKUI itu melanjutkan tantangan selanjutnya adalah banyaknya peralatan di faskes yang rusak. Ia menyebut pemulihan dari sisi sarana dan prasarana tidak bisa langsung dilakukan dalam waktu singkat.

Keadaan di ruang informasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang masih dipenuhi lumpur setinggi 50 cm pasca banjir hingga melumpuhkan pelayan medis di RS milik pemda Aceh Tamiang tersebut, Selasa, 9 Desember 2025. ANTARA/Dede Harison
Selanjutnya, Yogi memaparkan kesehatan lingkungan menjadi tantangan selanjutnya. Keterbatasan air bersih dan makanan menyebabkan banyak masalah kesehatan lingkungan.
"Sehingga, selain pengungsi ataupun masyarakat terdampak, kami juga berisiko untuk terkena penyakit seperti diare dan sudah terjadi itu pada beberapa relawan kami. Mereka ada dua orang yang terkena diare, tapi ya Alhamdulillah tidak berat," ucap Yogi.
Yogi menekankan para nakes di berbagai lokasi terdampak bencana Sumatra perlu senantiasa berupaya keras untuk bekerja secara maksimal memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak. Upaya ini diperlukan demi memulihkan kondisi di lokasi bencana.