Polisi antihuru-hara Belanda membubarkan ratusan demonstran sayap kanan di Den Haag. (Anadolu Agency)
Demo Anti-Imigrasi di Belanda Ricuh, Polisi Bubarkan Ratusan Pengunjuk Rasa
Willy Haryono • 20 September 2026 12:36
Den Haag: Polisi antihuru-hara Belanda membubarkan ratusan demonstran sayap kanan di Den Haag pada Sabtu kemarin setelah pecahnya aksi kekerasan dan kerusuhan.
Kekacauan juga dipicu kebijakan pemerintah kota Den Haag yang melarang pawai untuk memprotes kebijakan imigrasi dan suaka Belanda.
Melansir dari AsiaOne, Minggu, 20 September 2026, polisi melakukan sejumlah penangkapan setelah beberapa demonstran mulai melemparkan kembang api dan benda-benda lainnya ke arah petugas.
Menteri Kehakiman Belanda David van Weel menyerukan respons yang “sangat tegas” terhadap aksi tersebut. Dalam unggahan di X, ia menyebut situasi dalam demonstrasi sebagai “pemandangan yang menjijikkan."
Van Weel mengatakan sejumlah demonstran melakukan salam Nazi, meneriakkan slogan antisemit, menyerang polisi, dan melemparkan kembang api ke arah petugas antihuru-hara.
“Terima kasih kepada seluruh polisi yang sekali lagi berdiri membela negara hukum demokratis kita,” tulisnya.
Pemerintah Kota Den Haag melarang pawai setelah kekerasan pecah di antara demonstran yang berkumpul di Malieveld, sebuah taman di pusat kota. Otoritas setempat kemudian memerintahkan massa untuk membubarkan diri.
Kerusuhan pada Sabtu terjadi setahun setelah bentrokan serupa pecah dalam demonstrasi sayap kanan.
Dalam kerusuhan tersebut, sebuah mobil polisi dibakar dalam bentrokan antara demonstran berpakaian hitam dan polisi. Markas Partai D66 yang berhaluan tengah juga diserang.
Pemimpin D66, Rob Jetten, saat ini menjabat sebagai perdana menteri.
Baca juga: Ratusan Warga Belanda Gelar Aksi Memprotes Kehadiran Migran