Mahasiswa Indonesia Dinilai Mampu Berkontribusi pada Teknologi Dunia

Ilustrasi pendidikan. Foto: Pexels.com/Ali Ahmad Danesh.

Mahasiswa Indonesia Dinilai Mampu Berkontribusi pada Teknologi Dunia

Fachri Audhia Hafiez • 17 September 2026 18:20

Tangerang Selatan: Mahasiswa Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) ikut serta program WordPress Credits. Langkah ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia mampu memberikan kontribusi langsung terhadap perkembangan teknologi yang melandasi jutaan situs web di seluruh dunia.

“Keterlibatan mahasiswa ITTS dalam ekosistem WordPress global bukan sekadar soal mengisi jam kuliah, melainkan bukti bahwa anak-anak muda Indonesia mampu berkontribusi nyata pada teknologi yang digunakan oleh jutaan situs web di seluruh dunia,” ujar Rektor ITTS Onno Widodo Purbo di Serpong, Banten, Kamis, 17 September 2026.
 


Onno menjelaskan, keikutsertaan sebagai perguruan tinggi pertama di Asia Tenggara dalam program global ini mentransformasi proses belajar mengajar. Mahasiswa kini diajak memecahkan masalah dunia nyata, melakukan pengodean (coding), hingga berkolaborasi lintas negara demi membangun portofolio profesional internasional sejak dini.

Ia menambahkan, ruang partisipasi bagi para mahasiswa terbuka lebar untuk menyalurkan kemampuan teknis mereka secara fleksibel.

“Mahasiswa ITTS dapat menyalurkan kemampuan pada berbagai bidang kontribusi, mulai dari pengembangan perangkat lunak (coding), desain antarmuka (UI/UX), keamanan siber, lokalisasi bahasa, hingga dokumentasi teknis,” jelas Onno.


Perwakilan WordPress Foundation, Pooja Derashri. Foto: Dok. Istimewa.

Langkah strategis ini turut diapresiasi oleh jaringan global. Pihak WordPress Foundation menilai sinergi antara dunia akademik dan industri open-source sangat krusial dalam mencetak talenta digital masa depan.

“Bagi WordPress, ini merupakan langkah besar dalam regenerasi dan rekrutmen kontributor dunia, standardisasi serta peningkatan kualitas kontribusi, mendorong inklusi dan demokratisasi akses digital, menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan industri, serta memperkuat ekosistem open-source dunia,” ujar perwakilan WordPress Foundation, Pooja Derashri.

Program yang pertama kali diperkenalkan melalui kerja sama dengan Universitas Pisa pada ajang WordCamp Europe 2025 ini membuktikan bahwa batasan geografis bukan lagi penghalang bagi mahasiswa Indonesia. Khususnya untuk berkarya di panggung teknologi internasional.

(Fachri Audhia Hafiez)