Israel dianggap sebagai ancaman terbesar di Timur Tengah. Foto: Anadolu
Suriah Sebut Israel Ancaman Terbesar bagi Stabilitas Timur Tengah
Muhammad Reyhansyah • 18 September 2026 14:36
New York: Suriah memperingatkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Israel merupakan ancaman terbesar terhadap stabilitas Timur Tengah. Damaskus menuding agresi Israel terus mengancam kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.
Wakil Tetap Suriah untuk PBB Ibrahim Olabi menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Kamis, 17 September 2026.
Olabi mengatakan, agresi Israel merupakan "ancaman terbesar yang dihadapi stabilitas seluruh kawasan, bukan hanya Suriah".
Ia merujuk pada pernyataan darurat 44 negara di luar ruang sidang Dewan Keamanan yang mengecam kunjungan tingkat tinggi pimpinan Israel ke Gunung Hermon sebagai tindakan melanggar hukum dan "pelanggaran terang-terangan" terhadap hukum internasional.
Menurut Olabi, Damaskus telah mengikuti perundingan keamanan yang disponsori Amerika Serikat dengan itikad baik. Namun, Israel disebut merespons dialog dengan serangan udara, serbuan, dan pelanggaran wilayah.
"Menjalankan pengaturan diplomatik bukan berarti Damaskus akan menerima pendudukan atau melepaskan hak-hak rakyat kami," kata Olabi, dikutip dari TRT World.
Ia juga membela kerja sama bilateral Suriah dengan mitra regional sebagai bentuk pelaksanaan kedaulatan negara berdasarkan persetujuan masing-masing pihak.
PBB Desak Penghentian Pelanggaran Kedaulatan Suriah
Wakil Utusan Khusus PBB untuk Suriah Claudio Cordone menyampaikan pesan Sekretaris Jenderal PBB bahwa pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah harus dihentikan.Cordone mengatakan Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974 antara Israel dan Suriah harus dihormati.
Ia menuding kehadiran militer Israel di Suriah selatan secara langsung melanggar perjanjian tersebut melalui "serbuan hampir setiap hari, pos pemeriksaan sementara, penggeledahan rumah, dan tembakan artileri", terutama di Quneitra dan Daraa barat.
Cordone menegaskan persoalan keamanan tidak dapat diselesaikan secara berkelanjutan melalui tindakan militer sepihak atau kehadiran militer tanpa batas waktu.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 9 September ke pasukan Israel yang ditempatkan di Gunung Hermon.
Cordone juga mengatakan ketegangan di Suwayda harus diselesaikan oleh rakyat Suriah "tanpa campur tangan asing yang mengganggu", sesuai peta jalan September 2025.
Israel Pertahankan Kehadiran di Wilayah Suriah
Israel telah menduduki Dataran Tinggi Golan sejak 1967 dan secara sepihak mencaplok wilayah tersebut pada 1981. Langkah itu tidak diakui secara internasional.Setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024, Israel memperluas pendudukannya di wilayah Suriah dan mengambil kendali atas zona penyangga serta sejumlah posisi di sisi Suriah Gunung Hermon.
Harga Bahan Bakar dan Pengungsian Tekan Suriah
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Tom Fletcher memperingatkan gangguan pelayaran di Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz meningkatkan biaya pengangkutan dan asuransi, serta memperpanjang waktu pengiriman pasokan ke Suriah.Fletcher mengatakan kenaikan harga solar sebesar 40 persen pada pekan ini mengancam operasional toko roti, pompa air, dan pemanas selama musim dingin.
Keranjang kebutuhan pengeluaran minimum juga meningkat 33 persen sejak Juni 2025. Kondisi tersebut memaksa lembaga bantuan mengurangi jatah makanan hingga setengahnya bagi keluarga paling rentan, sementara program pangan dan pendidikan baru mendapatkan pendanaan sebesar 26 persen.
Lebih dari 2 juta pengungsi internal dan 1,8 juta pengungsi dari luar negeri telah kembali secara sukarela sejak Desember 2024.
Namun, sebanyak 5,5 juta orang masih mengungsi di Suriah, termasuk hampir 800.000 orang yang tinggal di kamp-kamp pengungsian. Perempuan dan anak-anak mencakup lebih dari 75 persen penghuni kamp tersebut.
Sisa-sisa bahan peledak juga menjadi hambatan utama pemulihan. Sebanyak 880 orang, termasuk 269 anak-anak, tewas dan 1.616 lainnya terluka sejak akhir 2024 akibat bahan peledak tersebut.
Fletcher mengatakan kontaminasi juga menghambat akses ke lahan pertanian.
"Anda tidak dapat membangun perekonomian di atas ladang ranjau," ujarnya.
Ia turut mendesak donor internasional menggelar konferensi khusus rekonstruksi Suriah serta membantu mengatasi persoalan perbankan sektor swasta terkait kepatuhan.