Indonesia-Bulgaria Buka Peluang Investasi dan Transfer Teknologi di Sektor Pangan

Menko Pangan Zulkifli Hasan bertukar cenderamata dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Alexander Poulev. Foto: ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Indonesia-Bulgaria Buka Peluang Investasi dan Transfer Teknologi di Sektor Pangan

Husen Miftahudin • 15 September 2026 13:43

Jakarta: Indonesia dan Bulgaria menjajaki perluasan akses pasar produk pangan dan pertanian kedua negara. Kerja sama tersebut sekaligus membuka peluang investasi dan transfer teknologi di sektor pangan.
 
"Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat industri pangan nasional sekaligus mendukung ketersediaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), dikutip Antara, Selasa, 15 September 2026.
 
Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyebut Indonesia menawarkan sejumlah produk unggulan untuk memperluas akses pasar di Bulgaria dan Eropa. Produk tersebut antara lain kakao, kelapa, minyak sawit, serta produk pangan halal.
 
Pemerintah juga melihat Bulgaria memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk produk Indonesia menuju pasar Eropa. Selain perdagangan, Indonesia menawarkan peluang investasi kepada Bulgaria, khususnya dalam pengembangan peternakan sapi dan teknologi pengolahan susu di dalam negeri.
 
Di sisi lain, Bulgaria menawarkan peluang penyediaan sejumlah komoditas pangan untuk pasar Indonesia, antara lain susu, daging sapi, jagung, dan tepung terigu. Bulgaria juga menyatakan kesiapan mendorong investasi dan transfer teknologi di bidang pertanian dan pangan.
 


Industri Pertanian 'Pamer' Teknologi untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

(Ilustrasi. Foto: dokumentasi/Pexels)

 

Perluas kerja sama pangan

 
Zulhas mengatakan Indonesia dan Bulgaria memandang penguatan perdagangan pangan dapat memberikan manfaat bagi kedua negara. Indonesia dapat menjadi akses menuju pasar Asia Tenggara, sedangkan Bulgaria menjadi salah satu pintu masuk menuju pasar Eropa.
 
Kedua negara selanjutnya akan menindaklanjuti pembahasan teknis yang mencakup perdagangan, investasi, ketahanan pangan, teknologi pertanian, pengolahan pangan, sertifikasi halal, serta pengembangan rantai pasok pangan.
 
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan perdagangan sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha kedua negara.
 
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), total perdagangan Indonesia dan Bulgaria pada 2025 mencapai USD230,8 juta atau sekitar Rp4,08 triliun. Ekspor Indonesia tercatat sebesar USD147,4 juta atau sekitar Rp2,60 triliun. Sementara itu, impor Indonesia dari Bulgaria mencapai USD83,1 juta atau sekitar Rp1,47 triliun.
 
Dengan nilai tersebut, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar USD64,2 juta atau sekitar Rp1,13 triliun. Komoditas utama ekspor Indonesia ke Bulgaria antara lain bijih dan konsentrat nikel, aluminium tidak ditempa, produk besi dan baja, serta margarin.
 
Sementara itu, komoditas yang diimpor Indonesia dari Bulgaria antara lain gandum dan meslin, peralatan medis, rempah-rempah, tembakau belum dipabrikasi, serta peralatan pertahanan.
 
Hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria pada 2026 memasuki usia 70 tahun. Dalam momentum tersebut, Bulgaria juga menawarkan posisinya sebagai gerbang bagi perusahaan Indonesia untuk menjangkau pasar Uni Eropa.
 
Pasar Uni Eropa memiliki populasi sekitar 450 juta jiwa sehingga dinilai membuka peluang bagi perusahaan Indonesia untuk memperluas jangkauan produk ke kawasan tersebut.

(Husen Miftahudin)