Warga Iran berunjuk rasa mengecam kondisi perekonomian negara pada 29 Desember 2025. (EPA-EFE)
Iran Tangkap Lebih dari 200 Terduga Perusuh dan Provokator di Sejumlah Wilayah
Willy Haryono • 26 January 2026 10:28
Teheran: Kepolisian Iran menangkap lebih dari 200 orang yang dituding terlibat dalam kerusuhan di sejumlah provinsi di negara tersebut, menurut laporan kantor berita Tasnim yang dikutip Antara, Senin, 26 Januari 2026.
Lebih dari 150 orang di antaranya ditahan di Kota Yazd. Selain itu, polisi juga menangkap 19 demonstran di Provinsi Semnan, termasuk 15 orang di Kota Shahrud yang diduga terlibat dalam perusakan kantor pemadam kebakaran, kantor cabang bank, serta kendaraan milik aparat penegak hukum.
Tasnim melaporkan bahwa aparat intelijen juga mengamankan 40 orang yang disebut sebagai perusuh di Provinsi Golestan, wilayah utara Iran. Para tahanan dilaporkan membawa berbagai jenis senjata serta barang-barang lain yang diduga digunakan dalam aksi kerusuhan.
Gelombang protes melanda Iran sejak akhir Desember 2025, dipicu oleh meningkatnya inflasi yang diperparah oleh melemahnya nilai tukar mata uang nasional, rial.
Di sejumlah kota, aksi protes berkembang menjadi bentrokan dengan polisi ketika para demonstran meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah. Terdapat laporan mengenai korban luka di kalangan aparat keamanan maupun demonstran.
Sebelumnya, Iran telah merilis data resmi terkait skala kerusakan dan jumlah korban dalam aksi protes nasional yang terjadi baru-baru ini, sebagai respons atas pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengenai penanganan kerusuhan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membagikan data tersebut melalui platform X pada Jumat lalu. Ia menyebut rangkaian aksi protes itu sebagai “kekacauan dari sebuah operasi teroris” yang terjadi di dalam negeri Iran.
Menurut Araghchi, kerusuhan menyebabkan kerusakan luas terhadap fasilitas publik dan properti swasta. Ia merinci, sebanyak 305 ambulans dan bus, 24 stasiun pengisian bahan bakar, 700 toko, 300 rumah warga, 750 bank, 414 gedung pemerintah, 749 kantor polisi, 120 pusat Basij, 200 sekolah, 350 masjid, 15 perpustakaan, serta dua gereja Armenia mengalami kerusakan.
Baca juga: Iran Rilis Detail Kerusakan dan Korban Tewas Gelombang Protes Nasional