Mojtaba Khamenei Disebut Mengalami Luka Cacat akibat Serangan AS-Israel

Tangkapan layar rekaman lama Mojtaba yang disebarkan IRGC dengan label. (Telegram IRGC)

Mojtaba Khamenei Disebut Mengalami Luka Cacat akibat Serangan AS-Israel

Riza Aslam Khaeron • 11 April 2026 14:34

Teheran: Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dilaporkan masih dalam masa pemulihan akibat luka parah di bagian wajah dan kaki.

Luka tersebut disebabkan oleh serangan udara yang menewaskan ayahnya pada awal perang. Tiga sumber yang dekat dengan lingkaran dalamnya mengungkapkan hal tersebut kepada Reuters pada Sabtu, 11 April 2026.
 
Melansir Reuters, wajah Khamenei mengalami cacat permanen akibat serangan terhadap kompleks pemimpin tertinggi di pusat kota Teheran. Ia juga menderita cedera signifikan pada satu atau kedua kakinya. Sumber-sumber yang meminta anonimitas tersebut mengatakan bahwa putra mendiang Ali Khamenei yang berusia 56 tahun itu tetap bugar secara mental.

Ia dilaporkan berpartisipasi dalam pertemuan dengan pejabat senior melalui konferensi audio serta terlibat dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk isu perang dan negosiasi dengan Washington.

Pertanyaan mengenai apakah kondisi kesehatan Khamenei memungkinkannya menjalankan urusan negara muncul saat Iran berada dalam masa paling berbahaya dalam beberapa dekade terakhir.

Apalagi, pembicaraan perdamaian berisiko tinggi dengan Amerika Serikat dijadwalkan akan dimulai di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Sabtu ini.

Sejak serangan udara tersebut dan pengangkatannya sebagai pengganti sang ayah pada 8 Maret, belum ada foto, video, maupun rekaman audio Khamenei yang dipublikasikan ke publik.

Khamenei terluka pada 28 Februari—hari pertama perang yang diluncurkan oleh AS dan Israel—dalam serangan yang menewaskan ayahnya yang telah memerintah sejak 1989. Istri Mojtaba Khamenei, ipar laki-laki, dan ipar perempuannya termasuk di antara anggota keluarga yang tewas dalam serangan tersebut.


Veteran perang Iran yang cacat, kerap dikenal dengan sebutan "janbaz" di Iran. (Wikimedia Commons)

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran mengenai tingkat keparahan cedera Khamenei. Namun, berdasarkan laporan Reuters, seorang pembaca berita di televisi pemerintah menyebutnya sebagai "janbaz"—istilah yang digunakan bagi mereka yang terluka parah dalam perang—sesaat setelah ia ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi.
 
Baca Juga:
Mantan Menlu Iran Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel
 

Mojtaba Kehilangan Satu Kaki

Kisah mengenai cedera Khamenei ini selaras dengan pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada 13 Maret, yang menyebut bahwa Khamenei "terluka dan kemungkinan cacat." Seorang sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS mengatakan kepada Reuters bahwa Khamenei diyakini telah kehilangan satu kakinya.

Salah satu orang yang dekat dengan lingkaran Khamenei menyebutkan bahwa dokumentasi visual pemimpin tertinggi diperkirakan akan dirilis dalam satu atau dua bulan ke depan. Ia bahkan mungkin akan tampil di depan publik pada saat itu, meskipun ketiga sumber menekankan bahwa ia hanya akan muncul jika kondisi kesehatan dan situasi keamanan telah memungkinkan.

Absennya Khamenei dari publik menjadi bahan pembicaraan hangat di media sosial Iran dan grup aplikasi pesan, yang memicu tersebarnya berbagai teori konspirasi mengenai kondisi aslinya dan siapa yang sebenarnya mengendalikan negara saat ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)