Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden/aa.
Prabowo Minta Izin Arab Saudi Bangun Terminal Khusus Haji Indonesia
Fachri Audhia Hafiez • 9 April 2026 00:09
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan permohonan izin kepada Kerajaan Arab Saudi untuk menyediakan terminal khusus bagi jemaah haji Indonesia di bandara negara tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan alur kedatangan dan kepulangan tamu Allah asal Indonesia berlangsung lebih cepat, nyaman, dan efisien.
“Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia bisa punya terminal khusus haji. Jadi, nanti terminal itu khusus untuk haji kita supaya bisa lebih cepat masuk dan keluar,” ujar Prabowo saat memimpin Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 8 April 2026.
Selain perbaikan fasilitas di bandara, Prabowo membawa kabar baik mengenai durasi antrean haji.
Ia menyatakan bahwa mulai tahun ini, masa tunggu jemaah haji Indonesia terpangkas menjadi maksimal 26 tahun, dari yang sebelumnya mencapai 48 tahun. Presiden menegaskan komitmennya untuk terus memangkas waktu tunggu tersebut agar lebih ringkas.
Dalam rapat tersebut, Presiden juga mengonfirmasi progres pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah. Berdasarkan laporan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar dan pihak Danantara, pemerintah telah mengamankan lahan seluas 45 hektare untuk proyek strategis ini.
“Kita akan bikin perkampungan haji Indonesia, sekian belas menara, sekian puluh menara, yang bisa menampung (jemaah haji Indonesia),” kata Kepala Negara.
Terkait efisiensi biaya, Prabowo kembali menyoroti rencana pembentukan perusahaan patungan (joint venture) antara Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Prabowo menegaskan bahwa pola penerbangan yang selama ini berjalan, di mana pesawat sering terbang kosong pada salah satu rute saat musim haji, harus segera diakhiri karena tidak ekonomis.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: ANTARA/Genta Tenri Mawangi.
“Jadi, selama ini, pesawat Garuda berangkat bawa (jemaah) haji ke tanah suci, pulangnya kosong. Ini tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga demikian. Dia mengembalikan (jemaah) haji kita ke Indonesia, kembalinya kosong. Saya mengatakan, kenapa tak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia,” tegasnya.
Prabowo pun memberikan teguran keras kepada Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, terkait progres instruksi yang sudah diberikan sejak dua bulan lalu. Kepala Negara meminta laporan mendalam mengenai tindak lanjut kerja sama ini dalam waktu dekat.
“Sudah dikerjakan belum? Saya sudah perintahkan kurang lebih dua bulan yang lalu. Ya, ini harus kerja cepat, nanti Dirut Garuda menghadap saya,” kata Prabowo.