Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat meninjau pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP. Foto: ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban.
Hari Pertama TKA SMP Berjalan Lancar, Diikuti 1,8 Juta Peserta
Despian Nurhidayat • 7 April 2026 17:29
Jakarta: Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di seluruh Indonesia dilaporkan berjalan lancar dan terkendali. Berdasarkan data sementara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 1.899.878 peserta telah mengikuti asesmen berbasis digital.
“Kami bersyukur pelaksanaan TKA hari pertama berjalan dengan baik. Ini adalah hasil kerja bersama banyak pihak, mulai dari sekolah, guru, pengawas, hingga tim teknis di pusat dan daerah,” ujar Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, di Jakarta, dilansir Media Indonesia, Selasa, 7 April 2026.
Toni menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA hari pertama terbagi dalam empat sesi yang dimulai serentak pada pukul 07.00 WIB hingga 15.30 WIB. Pembagian sesi ini bertujuan agar seluruh murid dapat mengikuti ujian dengan rasa aman dan nyaman sesuai dengan kondisi infrastruktur di masing-masing satuan pendidikan.
Menanggapi adanya peserta yang berhalangan hadir karena kendala mendesak, Kemendikdasmen memastikan akan memberikan kompensasi. Fasilitas ini ditujukan bagi siswa yang berada di wilayah terdampak bencana atau mengalami kondisi kahar lainnya.
“Bagi peserta yang berhalangan mengikuti TKA pada pelaksanaan saat ini, terutama karena terdampak bencana atau kondisi kahar lainnya, Kemendikdasmen memberikan kesempatan untuk mengikuti TKA susulan yang dijadwalkan pada Mei 2026, sehingga seluruh peserta tetap memperoleh hak yang sama dalam mengikuti asesmen,” jelas Toni.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat meninjau pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP. Foto: ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban.
Keberhasilan hari pertama ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa transformasi digital dalam evaluasi pendidikan semakin dipahami dan dijalankan dengan baik.
Kemendikdasmen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah dan satuan pendidikan yang telah melakukan pengaturan strategi di lapangan secara efektif.
Pihak kementerian menekankan bahwa kesiapan sistem di pusat tidak akan berarti tanpa dukungan teknis yang kuat di tingkat daerah. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama agar evaluasi pendidikan nasional ini objektif dan berkualitas.
“Kami percaya bahwa ini adalah proses belajar bersama. Dengan kolaborasi dan saling memahami, kita dapat menghadirkan sistem evaluasi yang semakin baik untuk anak-anak kita,” ujar Toni.