Nama Arsitek Perjanjian Oslo Terseret Dokumen Kasus Jeffrey Epstein

Epstein Files merujuk pada ribuan hingga jutaan halaman dokumen pengadilan yang mengungkap jaringan di balik skandal Jeffrey Epstein. (Anadolu Agency)

Nama Arsitek Perjanjian Oslo Terseret Dokumen Kasus Jeffrey Epstein

Willy Haryono • 14 February 2026 11:58

Oslo: Dokumen baru yang mengaitkan diplomat Norwegia Terje Rod-Larsen dengan terpidana kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein memicu pertanyaan mengenai integritas Perjanjian Olso.

Rod-Larsen dikenal sebagai salah satu arsitek utama Perjanjian Oslo yang disepakati antara Israel dan Palestina di tahun 1993.

Berkas yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat serta laporan media Norwegia menyebut adanya dugaan pinjaman ilegal, penyalahgunaan visa bagi perempuan yang menjadi korban perdagangan seks, serta klausul warisan bernilai jutaan dolar dalam surat wasiat Epstein. Laporan Al Jazeera menyebut temuan tersebut mengguncang komunitas diplomatik internasional.

Istri Rod-Larsen, Mona Juul, yang juga terlibat dalam perundingan Oslo, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai duta besar Norwegia untuk Yordania dan Irak setelah izin keamanannya dicabut. Perkembangan ini semakin memperbesar sorotan terhadap rekam jejak diplomat tersebut.

Mengutip Anadolu Agency, Rod-Larsen diduga menggunakan posisinya sebagai presiden International Peace Institute di New York untuk membantu memperbaiki citra rekan Epstein.

Dokumen menunjukkan ia mengirim surat rekomendasi resmi kepada otoritas Amerika Serikat guna membantu perempuan muda asal Rusia memperoleh visa dengan klaim memiliki kemampuan luar biasa untuk riset, meski sebagian disebut tidak memiliki latar belakang akademik.

Salah satu korban mengatakan kepada media Norwegia bahwa ia percaya Epstein mengirimnya ke lembaga Rod-Larsen untuk memanipulasi dirinya. Dokumen juga mengungkap Epstein pernah meminjamkan 130.000 dolar AS kepada Rod-Larsen pada 2013 dan disebut meninggalkan warisan masing-masing 5 juta dolar AS untuk dua anaknya.

Skandal ini memicu kembali perdebatan mengenai Perjanjian Oslo dan prospek solusi dua negara. Mustafa Barghouti, Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ia tidak terkejut atas tuduhan tersebut dan menyebut Oslo sebagai “jebakan”.

Media Norwegia juga melaporkan sejumlah dokumen penting dari periode Januari hingga September 1993 tidak ditemukan dalam arsip Kementerian Luar Negeri Norwegia. Otoritas Norwegia, termasuk unit kejahatan ekonomi Okokrim, telah meluncurkan penyelidikan untuk menelusuri dugaan pelanggaran tersebut serta dampaknya terhadap reputasi proses perdamaian Oslo. (Keysa Qanita)

Baca juga:  PM Norwegia Soroti Kasus Epstein sebagai Bukti Uang Bisa Beli Pengaruh

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)