Menkes Ajak Tiongkok Perkuat Kerja Sama Teknologi AI Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bertemu dengan Menteri Komisi Kesehatan Nasional China Lei Haichao. Foto: ANTARA/HO-KBRI Beijing.

Menkes Ajak Tiongkok Perkuat Kerja Sama Teknologi AI Kesehatan

Fachri Audhia Hafiez • 29 March 2026 13:07

Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendorong penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Tiongkok di sektor kesehatan. Fokus utama kemitraan ini meliputi pencegahan Tuberkulosis (TB), pemanfaatan obat tradisional, pengembangan bioteknologi, hingga penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan medis.

"China dan Indonesia memiliki banyak kesamaan prioritas di bidang kesehatan, khususnya dalam transformasi kualitas layanan kesehatan serta promosi pencegahan penyakit. Dalam mencapai tujuan tersebut, Indonesia dan China dapat saling belajar, sekaligus memajukan kerja sama yang saling menguntungkan," ujar Budi dalam keterangan tertulis yang diterima di Beijing, dikutip dari Antara, Minggu, 29 Maret 2026.
 


Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, Lei Haichao, Budi secara khusus menyoroti keberhasilan Tiongkok dalam menekan angka prevalensi TB. Indonesia berharap dapat mengadopsi strategi tersebut untuk diterapkan di dalam negeri.

"Indonesia dapat banyak belajar dari keberhasilan China dalam menurunkan status prevalensi TB dari tingkat sedang ke rendah," tambah Budi.

Selain masalah penyakit menular, Budi menyatakan ketertarikannya pada keunggulan teknologi Tiongkok di bidang AI dan Brain to Computer Interface (BCI). Teknologi ini diproyeksikan untuk membantu pencegahan serta pemulihan pasien stroke dan gangguan kesehatan otak lainnya di Indonesia.

Budi menegaskan pentingnya adaptasi teknologi bagi tenaga medis di masa depan. Dalam pidatonya di forum internasional di Beijing, ia menyebutkan bahwa AI adalah alat pendukung yang krusial bagi profesional kesehatan.

"AI tidak akan menggantikan dokter, tetapi dokter yang tidak memanfaatkan AI akan tertinggal," tegas Budi.


Ilustrasi. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Di sisi lain, Menkes turut mengapresiasi dukungan Tiongkok terhadap program fellowship bagi dokter spesialis Indonesia. Tercatat, sebanyak 113 dokter spesialis asal Indonesia telah menempuh pendidikan di berbagai rumah sakit di Tiongkok dalam setahun terakhir.

Kunjungan kerja ini juga membuahkan kesepakatan bisnis di sektor farmasi. Perusahaan farmasi asal Indonesia, Bio Farma, melakukan penandatanganan kesepakatan lanjutan dengan Sinovac terkait pengembangan dan produksi vaksin secara mandiri.

Langkah ini memperkuat kesepakatan yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang pada Mei 2025 lalu mengenai pengobatan tradisional dan penanggulangan tuberkulosis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)