Kepala BPA Kejaksaan Agung, Kuntadi. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
300 Aset Koruptor Laku Dilelang di BPA Fair
Muhammad Iqbal Sidiq • 21 May 2026 17:23
Jakarta: Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung mencatat tingkat keterjualan aset rampasan negara pada gelaran BPA Fair 2026 menembus angka 300 barang. Komoditas perhiasan mewah dan otomotif menjadi daya tarik utama yang paling diburu oleh para peserta lelang.
"Total aset yang kami lelang pada kegiatan ini adalah 308 unit. Total aset yang terjual 300 unit, artinya hanya 8 unit yang tidak terjual," ujar Kepala BPA Kejaksaan Agung, Kuntadi, di Kantor BPA Kejaksaan, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Mei 2026.
Kuntadi memaparkan, tingginya angka keterjualan ini didorong oleh kepercayaan masyarakat yang sangat besar terhadap transparansi penegakan hukum. Tercatat, gelaran BPA Fair 2026 sukses menarik perhatian lebih dari 1.900 pengunjung dengan total peserta lelang resmi mencapai 1.700 orang.
Di antara ratusan barang yang diperebutkan, aset otomotif dan perhiasan kelas atas (high-profile) menjadi fokus utama yang habis tanpa sisa. Bahkan, deretan tas bermerek hasil sitaan kasus suami artis Sandra Dewi, Harvey Moeis, dilaporkan ludes terjual dalam penawaran sengit tersebut.
"Tas dan perhiasan, alhamdulillah laku semua. Habis," ungkap Kuntadi.

Replika kursi Firaun milik terpidana kasus korupsi ASABRI, Jimmy Sutopo. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
Sementara itu, menanggapi penanganan sisa barang rampasan yang belum terjual, Kuntadi menyebut ada beberapa jenis komoditas seni dan kendaraan yang hingga kini belum berpindah tangan.
Pihak BPA memastikan akan melakukan evaluasi mendalam, termasuk mengkaji ulang nilai limit objek, sebelum kembali melelang delapan item tersebut pada kesempatan berikutnya.
"Ya yang tersisa itu nanti akan menjadi bahan evaluasi kami kenapa barang ini tidak laku. Evaluasi, tapi akan dijual lagi," ucap Kuntadi.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com