Presiden Prabowo Subianto dalam paripurna DPR Rabu, 20 Mei 2026. Tangkapan layar.
Presiden Prabowo Instruksikan Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai jika Tak Mampu Kerja
Gabriella Thesa Widiari • 20 May 2026 13:14
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tak segan mencopot pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai apabila tak mampu kerja. Hal ini sebagai Langkah untuk memperbaiki kinerja di bea dan cukai.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam Paripurna DPR terkait Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) serta Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.
"Menteri Keuangan, kalau pimpinan bea cukai tidak mampu, segera diganti," kata Prabowo di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Prabowo menegaskan jajaran pemerintahan tidak boleh bekerja santai. Sebab rakyat tidak butuh memiliki pemerintahan yang bekerja lambat.
"Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat, jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha," tegas Prabowo.
"Jangan ragu-ragu, yang melanggar tindak," sebut Prabowo.
.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto dalam paripurna DPR Rabu, 20 Mei 2026. Tangkapan layar.
Instruksi tersebut dikeluarkan untuk membersihkan pungutan liar (pungli). Menurut Prabowo, keberadaan pungli sangat dikeluhkan para investor.
"Para pengusaha mengeluh mereka mengalami pungli yang terlalu banyak," ungkap Prabowo.