Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat memberikan keterangan dalam penanganan bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). ANTARA/Rubby Jovan
Menko PMK: Pemerintah Kawal Penanganan Longsor di Cisarua Bandung
Achmad Zulfikar Fazli • 25 January 2026 15:29
Bandung Barat: Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Pratikno menekankan penanganan korban dilakukan secara maksimal. Mulai dari proses pencarian dan identifikasi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga, perlindungan pengungsi, serta upaya pencegahan potensi bencana susulan.
“Saat ini, prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop, mengingat masih terdapat sekitar 83 warga yang dalam pencarian,” kata Pratikno di Bandung Barat, dilansir dari Antara, Minggu, 25 Januari 2026.
Dia menjelaskan penanganan bencana longsor dilakukan melalui lima klaster utama. Pertama, klaster pencarian dan pertolongan (SAR) yang dikoordinasikan Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD, dan BNPB, serta melibatkan para relawan.
“Kemudian, klaster kesehatan. Pos-pos kesehatan beroperasi selama 24 jam, didukung sejumlah ambulans dan mekanisme rujukan yang selalu siaga. Layanan trauma healing juga disediakan bagi para korban terdampak,” kata dia.
Baca Juga:
Korban Tewas Longsor Cisarua Bertambah Jadi 16 Orang |
Selain itu, terdapat klaster logistik yang bertugas memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, meliputi sembako, makanan siap saji, serta perlengkapan penunjang seperti selimut dan kebutuhan lainnya.
Pratikno menyebut klaster perlindungan sosial yang didukung Kementerian Sosial, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Jawa Barat, serta BPBD Kabupaten Bandung Barat untuk membantu para korban dan keluarga terdampak.
“Klaster terakhir adalah klaster infrastruktur yang berfokus pada pencegahan bencana lanjutan serta penyediaan fasilitas pendukung bagi warga terdampak,” kata dia.
Pratikno mengungkapkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah membahas bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail?? terkait rencana relokasi, termasuk percepatan identifikasi lahan yang aman guna meminimalkan risiko bencana susulan.
“Pada kesempatan ini, Bapak Wakil Presiden juga telah membahas bersama Wakil Gubernur dan Bupati terkait rencana relokasi, termasuk percepatan identifikasi lahan,” kata Pratikno.