Basarnas Resmi Serahkan Black Box Pesawat ATR 42-500 ke KNKT, Investigasi Segera Dimulai

Penyerahan kotak hitam pesawat ATR 42-500 dari Basarnas kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kamis (22/1). (MI/LN)

Basarnas Resmi Serahkan Black Box Pesawat ATR 42-500 ke KNKT, Investigasi Segera Dimulai

Media Indonesia • 22 January 2026 14:44

Makassar: Tim SAR gabungan berhasil menemukan black box pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan. Black Box tersebut ditemukan pada hari kelima operasi pencarian dan resmi diserahkan Basarnas kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kamis, 22 Januari 2026.

Black box yang ditemukan terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Penemuan ini menjadi titik terang penting dalam mengungkap penyebab kecelakaan pesawat sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang membawa 10 orang dengan rute Yogyakarta–Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.

“Alhamdulillah pada hari kelima, tim SAR gabungan berhasil menemukan black box pesawat. Penemuan ini merupakan tahapan krusial untuk mendukung proses investigasi,” ujar Kepala Basarnas Letjen TNI Muhammad Syafii dalam acara serah terima di Makassar, Kamis, 22 Janauri 2026.

Syafii menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel TNI, Polri, serta relawan yang terlibat dalam operasi pencarian di medan ekstrem. Meski black box telah ditemukan, operasi SAR tetap dilanjutkan dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban.

“Kami akan melakukan evaluasi pada hari ketujuh. Keputusan perpanjangan operasi akan disampaikan kemudian,” kata Syafii.

Sementara itu, Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan proses analisis terhadap FDR dan CVR akan segera dilakukan. Ia menjelaskan, CVR merekam empat kanal suara, yakni komunikasi pilot dengan air traffic control (ATC), percakapan antar pilot di kokpit, komunikasi kokpit ke kabin, serta seluruh suara di dalam kokpit.


Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi terhadap salah satu korban di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin

Adapun FDR mencatat sekitar 88 parameter data penerbangan, termasuk ketinggian, kecepatan, posisi pesawat, dan kondisi sistem penerbangan.

“Dengan data dari FDR dan CVR, kami tidak bekerja berdasarkan perkiraan. Penyebab kecelakaan akan diungkap secara akurat berbasis data,” ujar Soerjanto di hadapan Wakil Menteri Perhubungan, Gubernur Sulawesi Selatan, dan pejabat terkait.

Ia menegaskan tujuan utama investigasi adalah pembelajaran keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang. KNKT akan menerbitkan laporan investigasi beserta rekomendasi keselamatan. “Jika diperlukan, rekomendasi mendesak bisa kami keluarkan sebelum laporan akhir selesai,” kata dia.

Soerjanto mengakui awalnya pesimistis black box dapat ditemukan mengingat kondisi medan yang sangat berat. “Lokasi sangat ekstrem. Alhamdulillah, berkat kerja keras tim SAR, kedua black box berhasil ditemukan,” jelas dia. (MI/Lina Herlina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)