Ketegangan Trump-Greenland Kerek Harga Emas Cetak Rekor Lagi

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Ketegangan Trump-Greenland Kerek Harga Emas Cetak Rekor Lagi

Eko Nordiansyah • 21 January 2026 08:35

Chicago: Harga emas mencapai rekor tertinggi baru pada Selasa, 20 Januari 2026 melampaui level kunci karena ketegangan geopolitik seputar tuntutan pemerintahan Trump atas Greenland membuat para pedagang secara umum menghindari risiko dan terpaku pada aset aman.

Dilansir dari Investing.com, Rabu, 21 Januari 2026, harga emas spot naik 1,8 persen menjadi USD4.762,47 per ons, sementara harga emas berjangka untuk Februari naik 3,7 persen menjadi USD4.766,01 per ons.

Harga emas spot mencapai rekor tertinggi USD4.763,13 per ons beberapa waktu lalu.

Emas melonjak karena perselisihan Trump-Greenland

Emas batangan tetap diminati karena ketidakpastian atas rencana Trump untuk Greenland memicu lebih banyak pembelian aset aman, serta penjualan dolar AS, yang pada gilirannya membantu harga logam mulia.

Pada hari Senin, Trump mempertahankan tuntutannya untuk Greenland, dan dalam sebuah wawancara dengan NBC News menolak untuk mengesampingkan penggunaan militer AS untuk merebut pulau tersebut.

Kekhawatiran akan intervensi militer AS meningkat pada Januari setelah Washington melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Trump kini menuju Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dengan presiden AS kemungkinan akan bertemu dengan beberapa pemimpin Eropa.

“Ketika kebijakan luar negeri AS cenderung transaksional, tidak dapat diprediksi, dan mengabaikan kerangka kerja multilateral, hal itu dapat mengikis kredibilitas kebijakan dan mendorong diversifikasi dari USD,” tulis analis di OCBC dalam sebuah catatan.

“Dalam lingkungan ini, logam mulia termasuk emas tetap didukung bukan oleh konflik berkepanjangan itu sendiri, tetapi oleh latar belakang ketidakpastian geopolitik dan ketidakpastian kebijakan yang berkelanjutan,” lanjut mereka.

Perak moncer di 2025

Ketidakpastian global yang meningkat membuat para pedagang mengurangi aset spekulatif dan beralih lebih jauh ke aset fisik seperti emas – sebuah tren yang telah mendorong reli logam mulia secara luas hingga akhir 2025.

Baik emas maupun perak telah memperpanjang kenaikan kuat mereka sepanjang tahun ini. Harga emas naik sekitar delapan persen, sementara perak naik 30 persen, melanjutkan kinerja yang sudah kuat di 2025.

"Pergerakan ini didorong oleh serangkaian guncangan geopolitik, termasuk penangkapan pemimpin Venezuela oleh AS dan ketidakpastian yang terus berlanjut seputar sikap Washington terhadap Greenland," tambah ING.

Harga perak spot naik lebih dari 0,3 persen menjadi USD94,65 per ons, mencapai rekor tertinggi baru, sementara harga platinum spot naik lebih dari 2,8 persen menjadi USD2.443,98 per ons.

"Ketidakpastian geopolitik telah meningkatkan permintaan untuk perak dan emas tepat ketika keduanya sedang mengalami kenaikan yang hampir parabolik. Keduanya telah menjadi aset aman pilihan bagi investor, dan ini didukung oleh pelemahan dolar AS baru-baru ini," kata analis pasar senior di Trade Nation David Morrison.

Logam industri juga terpengaruh oleh permintaan aset fisik. Kontrak berjangka tembaga acuan di London Metal Exchange turun 0,8 persen menjadi USD12.872,00 per ton, tetapi tetap mendekati rekor tertinggi baru-baru ini.

"Ancaman Trump tentang tarif baru pada beberapa negara Eropa mendorong dolar lebih rendah, memicu pembelian logam secara luas. Sentimen semakin didukung oleh PDB China yang memenuhi target pemerintah. Ini membantu menstabilkan ekspektasi permintaan setelah berminggu-minggu data yang beragam," tambah ING.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)