Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz/am.
Pramono Tawarkan Rusun Atasi Banjir Rawa Buaya
Fachri Audhia Hafiez • 25 January 2026 18:50
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai relokasi warga ke rumah susun (rusun) menjadi solusi jangka menengah yang paling efektif untuk memutus mata rantai banjir di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Pramono menegaskan bahwa mengandalkan pompa air saja tidak akan cukup untuk melindungi permukiman warga dari cuaca ekstrem di masa depan.
"Tidak mungkin hanya pakai pompa memindahkan air. Solusinya jangka menengah mereka harus mau untuk dibangunkan rumah susun dan tempat itu (tinggal lama) kemudian dilakukan perbaikan," kata Pramono di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 25 Januari 2026.
Pramono mencatat bahwa Rawa Buaya merupakan wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi di Jakarta. Berdasarkan data BPBD DKI pada Minggu ini, terdapat 131 kepala keluarga atau sekitar 480 jiwa yang masih bertahan di pengungsian meski genangan mulai surut. Tawaran relokasi ini telah disampaikan Pramono secara langsung saat meninjau lokasi tersebut pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Banjir di wilayah Jakarta Barat kali ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mencapai rata-rata 200 hingga 260 milimeter per hari. Kondisi ini diperparah dengan kiriman air dari wilayah hulu seperti Tangerang dan Tangerang Selatan melalui Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart yang meluap ke Cengkareng Drain.
.jpg)
Ilustrasi banjir. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M.
Untuk mempercepat penanganan, Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan kekuatan penuh berupa 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, serta ratusan alat berat termasuk excavator dan combi jetting. Tambahan empat unit pompa juga didatangkan dari wilayah Jakarta Utara dan Pusat guna memastikan air segera surut dari area permukiman.
Selain fokus pada infrastruktur teknis, Pemprov DKI juga telah menyiagakan posko kesehatan dan layanan sosial di titik-titik pengungsian. Langkah ini diambil untuk menjamin kebutuhan dasar dan kondisi fisik warga terdampak tetap terpantau selama masa darurat banjir.