Menlu Tiongkok Wang Yi berjabat tangan dengan Menlu Pakistan Ishaq Dar. (Anadolu Agency)
Tiongkok dan Pakistan Ajukan Proposal Lima Poin untuk Akhiri Perang Timur Tengah
Willy Haryono • 1 April 2026 09:07
Beijing: Tiongkok dan Pakistan menyerukan penghentian segera perang di Timur Tengah serta mendorong dimulainya perundingan damai secepat mungkin, seiring kesepakatan kedua negara untuk meningkatkan koordinasi terkait Iran.
Kedua negara pada Selasa kemarin mengumumkan inisiatif bersama untuk “memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk dan Timur Tengah” setelah kunjungan pejabat tinggi Pakistan ke Beijing.
Pakistan juga menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, dan keduanya sepakat meningkatkan komunikasi strategis serta koordinasi terkait situasi Iran.
Wang Yi menyatakan dukungannya terhadap upaya mediasi Pakistan.
“Tiongkok mendukung dan berharap Pakistan memainkan peran yang unik dan penting dalam meredakan situasi serta melanjutkan kembali perundingan damai,” ujar Wang, dikutip dari TRT World, Rabu, 1 April 2026.
Menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, kedua negara menyepakati rencana lima poin yang diawali dengan penghentian segera permusuhan dan dimulainya perundingan damai.
“Mereka sepakat bahwa dialog dan diplomasi merupakan satu-satunya opsi yang layak untuk menyelesaikan konflik,” demikian pernyataan tersebut.
Kedua negara juga menyerukan agar semua pihak berkomitmen pada penyelesaian damai serta menahan diri dari penggunaan atau ancaman penggunaan kekuatan selama proses negosiasi.
Pelayaran di Selat Hormuz
Selain itu, rencana tersebut mencakup penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur non-militer, termasuk fasilitas energi dan instalasi desalinasi.Tiongkok dan Pakistan juga menekankan pentingnya menjaga jalur pelayaran agar memungkinkan “perlintasan yang aman dan lancar bagi kapal sipil dan komersial” di Selat Hormuz.
Kedua negara menyatakan bahwa perdamaian jangka panjang harus berlandaskan Piagam PBB dan hukum internasional.
Kunjungan Dar ke Beijing dilakukan setelah sebelumnya ia menggelar pertemuan dengan mitranya dari Arab Saudi, Mesir, dan Turki untuk membahas upaya penghentian konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Kekhawatiran meningkat terhadap dampak konflik, termasuk terganggunya lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
Tiongkok, sebagai mitra utama Iran, sejauh ini belum mengumumkan bantuan militer, namun terus menyerukan gencatan senjata.
Sementara itu, Iran menolak mengakui adanya perundingan resmi dengan Amerika Serikat, meski dilaporkan telah menyampaikan tanggapan atas rencana perdamaian yang diajukan Washington melalui Pakistan.
Baca juga: Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Damai AS dan Iran