Iran Tolak Buka Selat Hormuz, Abaikan Ancaman Ultimatum Trump

Sebuah kapal terlihat di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Iran Tolak Buka Selat Hormuz, Abaikan Ancaman Ultimatum Trump

Willy Haryono • 7 April 2026 13:27

Teheran: Iran menunjukkan sikap tegas dengan menolak membuka kembali Selat Hormuz meski tenggat waktu dari ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin dekat di hari Selasa, 7 April 2026.

Ancaman AS untuk menghancurkan infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, tidak mengubah posisi Teheran perihal Selat Hormuz.

Militer Iran menilai pernyataan Trump sebagai ancaman tanpa dasar dan menyebutnya retorika arogan. Mereka menegaskan operasi militer terhadap Amerika Serikat dan Israel akan terus berlanjut.

Trump sebelumnya mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika jalur pelayaran tidak dibuka. “Kami punya rencana di mana setiap jembatan di Iran akan dihancurkan,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari media Hürriyet Daily News, Selasa, 7 April 2026.

Serangan terus terjadi di berbagai wilayah dengan Israel melancarkan serangan udara ke Teheran dan sekitarnya. Iran juga membalas dengan peluncuran rudal ke wilayah Israel yang direspons sistem pertahanan udara.

Negara-negara Teluk seperti Bahrain dan Uni Emirat Arab turut meningkatkan kewaspadaan. Arab Saudi juga melaporkan berhasil mencegat sejumlah rudal balistik yang menuju wilayahnya.

Proposal Gencatan Senjata Ditolak

Upaya gencatan senjata selama 45 hari yang dimediasi sejumlah negara belum membuahkan hasil. Baik Amerika Serikat maupun Iran menyatakan proposal tersebut belum dapat diterima.

Iran menegaskan hanya akan menerima penghentian konflik secara menyeluruh serta jaminan tidak ada serangan lanjutan. Sementara itu, rencana pembukaan Selat Hormuz disertai biaya lintasan juga menjadi bagian dari proposal.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan melakukan pemungutan suara terkait resolusi Selat Hormuz. Namun, draf resolusi tersebut telah dilemahkan setelah menghadapi penolakan dari sejumlah anggota tetap.

Iran sebelumnya memblokir jalur tersebut sejak konflik meningkat pada 28 Februari, yang berdampak pada pasokan energi global. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan akan melanjutkan serangan balasan terhadap musuh. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Daftar Negara yang Diizinkan dan Dilarang Iran Melintasi Selat Hormuz

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)