Masyarakat Adat Badui Ingatkan Kerusakan Alam Picu Bencana Ekologis

Ribuan masyarakat Badui merayakan ritual Seba bersama Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki di Gedung Pendopo Pemkab Lebak. ANTARA/Mansyur

Masyarakat Adat Badui Ingatkan Kerusakan Alam Picu Bencana Ekologis

Whisnu Mardiansyah • 25 April 2026 12:54

Lebak: Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini konsisten menjaga alam untuk mencegah bencana ekologis yang dapat menimbulkan kerusakan ekosistem serta mengancam keselamatan jiwa manusia.

"Sejak dulu hingga sekarang kita menjaga alam dan hutan tutupan untuk kelanjutan kehidupan manusia," kata Tetua Adat Badui Tangtu Tanggungan 12, Saidi Yunior, dalam keterangan perayaan Seba 2026 di Rangkasbitung, Lebak, seperti dilansir Antara, Jumat, 24 April 2026.

Menurut dia, kawasan hak tanah ulayat Badui seluas 5.200 hektare merupakan kawasan hulu di Provinsi Banten yang memiliki puluhan aliran sungai. Karena itu, kawasan hak tanah ulayat adat harus terjaga dengan baik, lestari, serta hijau, sehingga kondisi air di sejumlah aliran sungai tetap bersih dan jernih.

Demikian pula kondisi habitat alam dan hutan larangan atau hutan tutupan tetap hijau dan tidak menyebabkan kerusakan. Sebab, jika kawasan alam dan hutan itu rusak, dipastikan akan terjadi bencana ekologis. Bahkan, bencana tersebut dapat menimbulkan kerusakan hingga ke wilayah Banten.

Masyarakat Badui, lanjut dia, juga menjaga 47 gunung yang ada di Provinsi Banten agar tidak dirusak maupun beralih fungsi menjadi kawasan industri demi kepentingan kehidupan di dunia. Sebab, jika kondisi gunung tersebut rusak, dipastikan serapan pasokan air berkurang, bahkan dapat terjadi krisis air sekaligus menimbulkan bencana alam.
 


"Kita sebagai masyarakat adat diberikan amanah leluhur untuk menjaganya agar alam dan hutan tetap hijau dan memberikan kehidupan bagi manusia, terlebih Badui merupakan kawasan hulu Banten," kata Saidi.

Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki, mengatakan masyarakat Badui patut diapresiasi karena menjaga keseimbangan alam, sehingga dapat mencegah potensi bencana alam. Masyarakat Badui sangat penting perannya dalam menjaga alam, sebab kerusakan hutan dan alam berdampak pada rusaknya habitat serta ekosistem binatang dan manusia.


Masyarakat Badui memadati Gedung Pendopo Pemkab Lebak untuk merayakan Seba yang dihadiri 1.515 orang dan dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026) pukul 20.00 WIB. ANTARA/Mansur

"Kami sebagai aparat pemerintah tentu melindungi semua alam dan hutan agar tidak dijadikan pertambangan, karena berdampak terhadap kehidupan manusia," kata Hasbi, Jumat, 24 April 2026.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Lebak, Jaro Oom, mengatakan perayaan Seba 2026 dihadiri 1.525 orang yang terdiri dari warga Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengunjungi Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki, dan Gubernur Banten, Andra Soni, pada hari Sabtu.

"Kami berharap ritual perayaan Seba berjalan lancar dan kembali ke permukiman hak ulayat adat dengan selamat," katanya menjelaskan, Sabtu, 25 April 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)