Asap dari serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)
Israel Tetapkan Sebagian Besar Lebanon Selatan sebagai Zona Tempur
Muhammad Reyhansyah • 29 May 2026 14:04
Tel Aviv: Israel menetapkan seluruh wilayah di selatan Sungai Zahrani di Lebanon sebagai “zona tempur” dan mendesak warga sipil mengungsi sebelum serangan terhadap kelompok Hizbullah dilakukan.
Sungai Zahrani membentang sekitar 40 kilometer dari perbatasan Israel-Lebanon. Peringatan besar-besaran pertama sejak gencatan senjata 17 April itu muncul ketika militer Israel melancarkan serangan luas ke wilayah selatan dan timur Lebanon.
Pada saat yang sama, Hizbullah mengatakan para pejuangnya terlibat bentrokan dengan pasukan Israel di luar “garis kuning” yang sebelumnya ditetapkan Israel di Lebanon selatan.
Situasi tersebut juga terjadi ketika banyak warga Lebanon tengah berupaya merayakan Iduladha.
“Kami menyarankan penduduk Lebanon selatan untuk mengungsi ke utara Sungai Zahrani karena seluruh wilayah di selatan sungai dianggap sebagai zona tempur,” kata militer Israel melalui media sosial, dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 28 Mei 2026.
Militer Israel juga memperingatkan akan bertindak “dengan kekuatan besar” terhadap Hezbollah.
Israel pekan ini berjanji meningkatkan operasi militernya di Lebanon dan menyatakan tengah memperluas operasi darat di wilayah tersebut.
Pembicaraan antara delegasi militer Lebanon dan Israel dijadwalkan berlangsung di Pentagon pada Jumat, disusul putaran baru negosiasi langsung pekan depan guna mengakhiri permusuhan.
Sebelumnya, militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi untuk Kota Nabatieh di Lebanon selatan serta sebagian wilayah Kota Tyre dan daerah sekitarnya di pesisir.
Seorang koresponden AFP melaporkan warga dari wilayah Tyre yang terancam serangan berbondong-bondong menuju bagian kota lain yang tidak termasuk area peringatan.
Namun, pihak berwenang memperingatkan tempat penampungan telah penuh dan meminta warga menuju Beirut.
Kantor berita pemerintah Lebanon, NNA, kemudian melaporkan serangan di Tyre dan sekitarnya, sementara militer Israel mengatakan pihaknya menargetkan “pusat komando Hizbullah.”
NNA juga melaporkan serangkaian serangan di Kota Nabatieh yang menyebabkan “kehancuran besar” di kawasan permukiman.
Militer Lebanon pada Rabu juga mengatakan satu tentaranya tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan.
Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, mengatakan operasi akan terus ditingkatkan untuk memberikan pukulan lebih besar terhadap Hizbullah.
“Kami meningkatkan operasi untuk memberikan pukulan yang semakin berat kepada organisasi Hizbullah,” ujarnya.
Bentrokan Meluas di Lebanon Selatan
NNA melaporkan serangan Israel juga terjadi di wilayah lain di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa bagian timur. Militer Israel mengatakan serangan tersebut menargetkan “infrastruktur Hizbullah.”Kelompok Hizbullah yang didukung Iran mengatakan para pejuangnya “berbenturan langsung dari jarak dekat” dengan pasukan Israel di Kota Zawtar al-Sharqiyah, tepat di luar “garis kuning” yang ditetapkan Israel.
Seorang pejabat militer Israel pada Selasa mengatakan tentaranya mulai beroperasi di luar “garis kuning” yang membentang sekitar 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.
Hizbullah juga mengklaim melakukan tiga serangan drone terhadap posisi Israel di dekat perbatasan kedua negara di wilayah utara Israel.
Militer Israel mengatakan sejumlah drone bermuatan bahan peledak jatuh di wilayahnya, namun tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Kementerian Kesehatan Lebanon pada Rabu menaikkan jumlah korban tewas sejak perang pecah pada 2 Maret menjadi 3.269 orang, bertambah 56 korban dibanding sehari sebelumnya setelah serangan besar Israel.
Di lokasi serangan di Burj al-Shemali, Lebanon selatan, koresponden AFP melihat tim penyelamat mengangkat kantong jenazah dari reruntuhan bangunan yang dipenuhi barang-barang rumah tangga seperti karpet dan bantal.
NNA, mengutip wali kota setempat, melaporkan 15 orang tewas dalam serangan Selasa tersebut.
Fokus Baru di Bekaa Barat
Setelah Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah melalui serangan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Israel terus melancarkan serangan ke wilayah Bekaa timur Lebanon dan memperingatkan warga untuk mengungsi.Serangan dalam beberapa hari terakhir meningkat terutama di Kota Mashghara, Bekaa Barat.
Wilayah itu menjadi penghubung Lebanon selatan dengan basis kuat Hizbullah di Bekaa utara sekaligus jalur suplai penting bagi kelompok tersebut.
Pakar militer Lebanon, Hassan Jouni, mengatakan Bekaa Barat merupakan “koridor penting” bagi pergerakan anggota Hizbullah antara Bekaa dan Lebanon selatan.
Menurutnya, operasi Israel kemungkinan akan diperluas untuk “menargetkan Bekaa utara secara intensif atau bahkan pinggiran selatan Beirut,” dua wilayah yang relatif lebih aman sejak gencatan senjata diberlakukan.
Delegasi militer Lebanon yang terdiri dari enam perwira dan dipimpin Direktur Operasi Angkatan Darat Georges Rizkallah akan menghadiri pembicaraan di Pentagon pada Jumat.
Sumber militer Lebanon mengatakan delegasi tersebut akan menekankan pentingnya gencatan senjata serta mempresentasikan rencana tentara Lebanon untuk memastikan monopoli senjata oleh negara dan memperluas otoritas pemerintah di seluruh wilayah Lebanon.
Baca juga: Hizbullah Klaim Lancarkan 37 Serangan Balasan terhadap Israel dalam 24 Jam