Kapolresta Jambi, Komisaris Besar Eko Wahyudi, meninjau ambruknya pagar beton pembatas SMK Negeri 1 Kota Jambi. Dokumentasi/ Media Indonesia
Polisi Selidiki Robohnya Pagar SMKN 1 Kota Jambi yang Sebabkan Korban Jiwa
Media Indonesia • 5 October 2024 15:33
Jambi: Peristiwa ambruknya pagar beton pembatas SMK Negeri 1 Kota Jambi tengah diselidiki polisi. Kapolresta Jambi, Komisaris Besar Eko Wahyudi, menyebut meskipun ada faktor dominan mengarah kepada bencana alam, pihaknya akan menyelidiki penyebab rubuhnya pagar beton pembatas SMKN 1 Kota Jambi.
"Saya sudah perintahkan Kanit Reskrim untuk melakukan penyelidikan yang akurat. Kita mengambil keterangan dari berbagai pihak, termasuk dari pihak pemangku sekolah bersangkutan," kata Eko Wahyudi, Sabtu, 5 Oktober 2024.
| Baca: Tiga Warga Kota Jambi Tewas Tertimpa Tembok Sekolah
|
Kiagus dan istrinya Nurhasannah, hanya bisa menangis saat menyaksikan kedua buah hatinya dimakamkan dalam satu lobang di Pemakaman Bumi Ayu, Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, KotaJambi.
"Bagaimana tidak sedih Pak, mereka punya dua orang anak. Dan keduanya pergi untuk selamanya," kata paman dari kedua anak malang yang tewas, Reza.
Sementara menurut masyarakat di sekitar lokasi musibah, mengungkapkan kondisi pagar beton SMKN 1 Kota Jambi setinggi tiga meter yang mengelilingi permukiman mereka sudah lama dikeluhkan, lantaran terlihat sudah tua dan rapuh. Hal itu sudah kerap disampaikan ke pihak sekolah, namun tidak pernah digubris.
Seperti diberitakan sebelumnya peristiwa robohnya pagar beton pembatas SMK Negeri I Kota Jambi, Jumat sore, makan tiga korban nyawa dan seorang ibu-ibu patah kaki. Korban tewas satunya atas nama Ahasan Basri, 15 tahun, pelajar sebuah SLTA di Kota Jambi.