Bitcoin Naik 1% ke USD83,4 Ribu, Namun Tertahan Meredupnya Minat Risiko

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Bitcoin Naik 1% ke USD83,4 Ribu, Namun Tertahan Meredupnya Minat Risiko

Eko Nordiansyah • 14 October 2026 09:50

New York: Bitcoin naik sekitar satu persen pada Selasa, 13 Oktober 2026. Bitcoin kesulitan mempertahankan momentum karena sentimen risiko tertekan oleh pelemahan saham sektor memori AS dan kekhawatiran yang meningkat mengenai gangguan pasokan minyak.

Dikutip dari Investing, Rabu, 14 Oktober 2026, aset kripto terbesar di dunia ini naik satu persen menjadi USD83.397,5. Sebelumnya pada hari yang sama, Bitcoin sempat menyentuh level terendah di USD81.054,7.

Pasar mata uang kripto secara keseluruhan juga mengalami penurunan, tetap berada di bawah tekanan aksi ambil untung di Oktober setelah kinerja yang kuat pada kuartal ketiga.

Kurangnya perkembangan regulasi baru atau aksi pembelian besar-besaran membuat harga kripto cenderung tertahan, meskipun terdapat tren historis kinerja yang unggul di Oktober.

Bitcoin tertekan aksi jual saham AI

Pasar Bitcoin dan kripto turut terdampak oleh sentimen penghindaran risiko yang lebih luas, di tengah aksi jual saham kecerdasan buatan (AI) dan teknologi global, meskipun tekanan tersebut sempat mereda selama sesi perdagangan reguler Wall Street.

Sebelumnya, saham-saham AI sempat terpuruk akibat keraguan yang meningkat mengenai imbal hasil jangka panjang dari teknologi tersebut, terutama setelah laporan pekan lalu menunjukkan bahwa perusahaan acuan OpenAI mencatatkan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan awal sepanjang 2026 ini.

Produsen cip juga mengalami tekanan akibat kekhawatiran yang berkembang mengenai kemajuan teknologi di Tiongkok, yang berpotensi meningkatkan pasokan dan menurunkan harga di sektor yang didorong oleh AI tersebut.

Meskipun pergerakan negatif ini tidak berdampak langsung pada Bitcoin, aset tersebut tetap terseret dalam sentimen penghindaran risiko (risk-off) yang meluas.

Aset safe haven tradisional seperti emas dan yen Jepang kembali diminati pekan ini.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Whale Bitcoin memindahkan aset senilai USD378 juta

Di sisi lain, sebuah dompet Bitcoin dari tahun 2019 yang menyimpan ribuan aset kripto tersebut memindahkan 5.582 Bitcoin, senilai sekitar USD378 juta, pada Senin, setelah enam tahun tidak melakukan aktivitas apa pun.

Data on-chain menunjukkan koin-koin tersebut didistribusikan ke lima alamat dan terpantau masih tersimpan di dalam dompet tanpa adanya aktivitas penjualan atau transaksi hingga saat ini.

Transaksi pada hari Senin ini terjadi di tengah tren meningkatnya pergerakan aset kripto dalam jumlah besar oleh dompet whale (pemegang aset dalam jumlah sangat besar) Bitcoin. Pergerakan semacam itu biasanya menjadi sinyal awal adanya rencana penjualan oleh pemiliknya, di mana langkah selanjutnya adalah mengirimkan Bitcoin tersebut ke bursa kripto untuk dijual.

Strive lakukan pembelian Bitcoin terbesar sejak Januari

Dalam perkembangan lain, Strive menambah kepemilikan Bitcoin-nya sebanyak 3.311 BTC selama sepekan terakhir. Hal ini menjadikan total cadangan Bitcoin perusahaan mencapai 32.773 BTC per tanggal 9 Oktober, sebagaimana tercantum dalam dokumen pelaporan resmi yang dirilis pada Selasa.

Pembelian ini merupakan penambahan kepemilikan Bitcoin terbesar bagi Strive sejak bulan Januari, saat perusahaan mengakuisisi sekitar 5.048 BTC melalui merger berbasis saham dengan Semler Scientific.

Harga kripto lain bergerak beragam

Harga aset kripto secara umum menunjukkan pergerakan yang beragam pada Selasa, dengan jumlah aset yang mengalami penurunan lebih banyak dibandingkan yang mengalami kenaikan.

Ether, aset kripto terbesar kedua di dunia, naik 0,8 persen menjadi USD2.510,40, sementara XRP menguat 1,3 persen.

BNB mencatat kenaikan tipis, sedangkan Solana turun 0,1 persen dan Cardano melemah 0,6 persen. Memecoins Dogecoin dan $TRUMP masing-masing turun sebesar 1,1 persen dan 2,1 persen.

(Eko Nordiansyah)