Ilustrasi: Seorang warga sedang berjalan menggunakan payung di tengah hujan lebat. ANTARA/HO-dokumentasi
Masuki Awal Musim Hujan, BPBD Cilacap Catat 10 Kejadian Bencana di 9 Kecamatan
Liliek Dharmawan • 3 November 2026 17:06
Cilacap: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Imbauan ini dikeluarkan seiring masuknya awal musim hujan dan meningkatnya insiden cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengungkapkan bahwa sejumlah bencana hidrometeorologi telah melanda wilayahnya pada akhir pekan lalu. Bencana tersebut meliputi banjir akibat luapan sungai, pergerakan tanah, hingga terjangan angin kencang.
“Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Cilacap, tercatat sedikitnya 10 kejadian bencana. Rinciannya, empat kejadian banjir, tiga pergerakan tanah, dan tiga angin kencang. Bencana tersebut tersebar di 10 desa yang berada di sembilan kecamatan,” jelas Taryo di Cilacap, Selasa, 3 November 2026.
Memasuki masa peralihan musim ini, BPBD secara khusus meminta warga yang bermukim di dataran tinggi dan lereng perbukitan untuk rutin mengecek kondisi tanah.
"Jika ditemukan adanya rekahan-rekahan tanah, penting untuk segera ditutup dan memadatkannya secara gotong royong sebagai upaya pencegahan awal," imbaunya.

Ilustrasi - Seorang warga membawa payung saat melintas di Kawasan Senayan, Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj/pri.
Menurut Taryo, rentetan bencana hidrometeorologi yang terjadi belakangan ini harus menjadi alarm pengingat bagi semua pihak. Kesiapsiagaan dan mitigasi mandiri yang dilakukan masyarakat sejak dini diharapkan mampu menekan potensi risiko dan kerugian selama musim penghujan berlangsung.