Karhutla di Gunung Ciremai (Foto: MPA)
Karhutla Gunung Ciremai Hanguskan 289 Hektare Lahan
Nurul Hidayah • 6 November 2026 21:30
Kuningan: Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 21-25 Oktober 2026 telah menghanguskan sekitar 289 hektare lahan. Data ini diperoleh dari pemetaan drone dan citra satelit terbaru pada 26-27 Oktober 2026.
"Kebakaran menghanguskan vegetasi berupa semak belukar, savana, dan beberapa tegakan pohon serta pohon kayu yang sudah lapuk," ujar Kepala Balai TNGC Toni Anwar, dalam keterangannya, Jumat, 6 November 2026.
"Salah satunya ditemukannya anakan surili yang terpisah dari induknya. Namun, satwa itu berhasil diselamatkan dan dikembalikan kepada induknya," tutur Toni.
Titik api pertama kali terdeteksi di Blok Kebang Sepasang, Kabupaten Kuningan, pada Rabu malam, 21 Oktober 2026. Upaya pemadaman intensif berlangsung selama lima hari.
"Kebakaran itu juga mengharuskan mobilisasi ratusan personel gabungan dan bantuan teknologi seperti water bombing dan rekayasa cuaca menggunakan helikopter," jelas dia.
-1793965833508.jpeg)
Karhutla di Gunung Ciremai (Foto: MPA)
Operasi udara tersebut melibatkan helikopter TNI AU dan modifikasi cuaca dari BNPB. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahkan turut meninjau langsung ke lokasi kejadian pada Kamis, 22 Oktober 2026. Api akhirnya dinyatakan padam dan Posko Balong Kambang resmi ditutup pada Minggu, 25 Oktober 2026.
"Saat ini kami kembali melakukan rutinitas patroli kawasan, penyisiran areal kebakaran untuk mengantisipasi bara sisa dan antisipasi terjadinya kebakaran kembali, pengecekan peralatan, dan pemulihan personel," pungkas Toni.