Demo Gen Z di Jerman Berujung Ricuh, Sejumlah Polisi Terluka

Demonstrasi Gen Z di sejumlah kota Jerman berujung bentrokan dengan polisi. (Anadolu Agency)

Demo Gen Z di Jerman Berujung Ricuh, Sejumlah Polisi Terluka

Willy Haryono • 2 November 2026 05:50

Berlin: Sejumlah polisi terluka dan puluhan orang ditangkap dalam rangkaian demonstrasi Gen Z di sejumlah kota besar Jerman sepanjang akhir pekan.

Mengutip dari Anadolu Agency, Minggu, 1 November 2026, polisi terpaksa menghentikan beberapa aksi setelah petugas menjadi sasaran lemparan petasan, botol, dan batu.

Menurut kepolisian, demonstrasi yang melibatkan anak-anak muda tersebut berujung bentrokan di sejumlah kota, termasuk Hamburg, Stuttgart, Cologne, dan Frankfurt.

Di Hamburg, sedikitnya dua orang ditangkap dalam aksi demonstrasi pada Sabtu siang. Salah seorang di antaranya diduga membawa senjata api palsu saat mengikuti pawai di kawasan elite Jungfernstieg.

Polisi berhasil melumpuhkan kedua orang tersebut. Hingga saat itu, belum ada laporan mengenai korban luka maupun informasi mengenai motif mereka.

Menjelang berakhirnya demonstrasi, sejumlah perusuh membakar barikade di pusat kota Hamburg. Polisi mengerahkan meriam air untuk memadamkan api dan berupaya mengosongkan jalan.

Namun, petugas justru menjadi sasaran lemparan petasan dan botol dari kerumunan demonstran.

Sejumlah Orang Ditangkap di Frankfurt dan Stuttgart

Di Stuttgart, Jerman selatan, dua polisi terluka setelah sejumlah benda dilemparkan ke arah mereka. "Kami telah mencatat puluhan tindak pidana," kata seorang juru bicara kepolisian melalui saluran WhatsApp kepolisian.

Sejumlah orang yang diduga terlibat telah diamankan.

Sementara itu, peserta demonstrasi di Karlsruhe, Jerman barat daya, sempat menyalakan kembang api. Insiden tersebut menyebabkan seorang polisi mengalami trauma akustik.

Di Frankfurt, puluhan orang ditangkap selama kerusuhan. Polisi sejauh ini mengonfirmasi satu petugas terluka. Namun, surat kabar BILD melaporkan kemungkinan terdapat korban luka tambahan.

Polisi juga mengerahkan meriam air untuk mengendalikan demonstrasi yang berujung kekerasan. Aksi di pusat keuangan Jerman tersebut awalnya dimulai pada awal siang di tepi Sungai Main dan berlangsung relatif damai selama beberapa jam.

Situasi kemudian memanas ketika malam tiba di pusat kota Frankfurt hingga pawai terpaksa dihentikan.

Antisipasi Kerusuhan Lanjutan

Serikat Polisi Jerman menyatakan tetap dalam status siaga penuh menyusul aksi kekerasan dalam demonstrasi anak muda tersebut.

Ketua Divisi Kepolisian Federal, Andreas Rosskopf, mengatakan kepada surat kabar Rheinische Post bahwa demonstrasi utama Gen Z pada awalnya berlangsung damai.

Namun, setelah rangkaian acara utama berakhir, situasi memburuk di sejumlah kota, termasuk Cologne, Hamburg, Frankfurt, Stuttgart, dan Berlin.

Menurut Rosskopf, kelompok yang bertanggung jawab atas kekerasan terdiri dari individu-individu otonom, yang dalam beberapa kasus mengenakan penutup wajah.

Ia mengatakan polisi melakukan intervensi secara tegas dan dalam skala besar ketika diperlukan, termasuk dengan menggunakan meriam air dan semprotan merica.

"Pasukan kepolisian kini tetap dalam status siaga penuh untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut, termasuk hingga larut malam atau dini hari," kata Rosskopf.

Di tengah kericuhan tersebut, inisiatif Gen Z Regelt (Gen Z mengambil kendali) menyatakan rangkaian demonstrasi nasional yang mereka selenggarakan berlangsung sukses.

"Hari ini, lebih dari 100 ribu orang menunjukkan alasan mereka turun ke jalan," kata seorang juru bicara tim media inisiatif tersebut.

Penyelenggara juga berencana menggelar aksi lanjutan dalam tiga pekan mendatang. Mereka menyatakan ingin berpartisipasi dalam demonstrasi di tingkat Eropa pada 20 November.

"Kami ingin berpartisipasi dalam demonstrasi di seluruh Eropa pada 20 November," kata juru bicara tersebut kepada kantor berita Jerman dpa.

Baca juga: Polisi Jerman Tangkap Lebih dari 200 Orang usai Kerusuhan Demonstrasi Gen Z

(Willy Haryono)