Daftar 10 Negara dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Dunia Versi IMF

Ilustrasi Pengangguran. Foto: Freepik

Daftar 10 Negara dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Dunia Versi IMF

Angel Rinella • 29 October 2026 19:46

Jakarta: Lembaga keuangan terbesar di dunia, Dana Moneter Internasional (IMF) merilis laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2026 yang memuat data tingkat pengangguran di berbagai negara. Sudan menempati posisi pertama dengan tingkat pengangguran 61,3 persen, disusul Afrika Selatan sebesar 33,6 persen.

Konflik bersenjata, perlambatan ekonomi, dan terbatasnya investasi menjadi sejumlah faktor yang memperburuk kondisi ketenagakerjaan di berbagai negara. Situasi tersebut membuat penduduk usia produktif kesulitan memperoleh pekerjaan.

Selain Sudan dan Afrika Selatan, Djibouti, Palestina, dan Eswatini juga masuk dalam daftar negara dengan tingkat pengangguran tertinggi. Angka pengangguran di negara-negara tersebut berkaitan dengan beragam persoalan, mulai dari konflik hingga terbatasnya penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, di kawasan Asia Tenggara, Indonesia mencatatkan tingkat pengangguran sebesar 5,2 persen berdasarkan data yang disampaikan. Angka tersebut menempatkan Indonesia di atas Filipina sebesar 5,1 persen dan Thailand sebesar 1,1 persen.

Daftar 10 Negara dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi

Berdasarkan data laporan World Economic Outlook IMF periode Oktober 2026, berikut daftar 10 negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di dunia.

1. Sudan (61,3 persen)

Sudan berada di posisi pertama dengan tingkat pengangguran mencapai 61,3 persen. Konflik bersenjata berkepanjangan menekan perekonomian nasional dan menghambat aktivitas usaha yang dapat membuka lapangan kerja.

2. Afrika Selatan (33,6 persen)

Afrika Selatan menempati posisi kedua dengan tingkat pengangguran sebesar 33,6 persen atau sekitar 8,48 juta orang pada kuartal II 2026. Kondisi ini diperburuk oleh penurunan jumlah penduduk yang bekerja menjadi 16,73 juta orang serta tingkat pengangguran kelompok usia 15–24 tahun yang mencapai 60 persen.

Terbatasnya kesempatan kerja menjadi salah satu tantangan utama bagi negara tersebut. Tingginya pengangguran usia muda juga menunjukkan sulitnya pasar tenaga kerja menyerap angkatan kerja baru.

3. Djibouti (27,9 persen)

Djibouti mencatatkan tingkat pengangguran sebesar 27,9 persen. Keterbatasan sumber daya alam dan minimnya industri manufaktur disebut menjadi tantangan dalam memperluas kesempatan kerja.

Lambatnya penciptaan lapangan kerja turut membatasi kemampuan perekonomian menyerap angkatan kerja. Kondisi tersebut membuat persoalan pengangguran masih menjadi tantangan bagi Djibouti.

4. Palestina (24,4 persen)

Palestina mencatatkan tingkat pengangguran sebesar 24,4 persen di tengah konflik yang berdampak pada wilayah Tepi Barat dan Gaza. Kerusakan infrastruktur dan terganggunya aktivitas ekonomi turut membatasi kesempatan masyarakat untuk bekerja.

Situasi tersebut memberikan tekanan terhadap sektor usaha dan ketenagakerjaan. Pemulihan ekonomi menjadi salah satu tantangan dalam memperluas kesempatan kerja bagi penduduk setempat.

5. Eswatini (21,7 persen)

Eswatini mencatatkan tingkat pengangguran sebesar 21,7 persen di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Terbatasnya investasi swasta dan kesenjangan dalam kesempatan kerja turut menjadi tantangan bagi pasar tenaga kerja negara tersebut.

Kondisi ini membuat penciptaan lapangan kerja menjadi persoalan penting. Perluasan investasi dan kegiatan usaha dibutuhkan untuk membantu menyerap angkatan kerja.

6. Yordania (21,3 persen)

Yordania berada di posisi keenam dengan tingkat pengangguran sebesar 21,3 persen. Tekanan demografi dan terbatasnya kesempatan kerja, terutama bagi kelompok usia muda, menjadi tantangan dalam mengurangi angka pengangguran.

Persoalan tersebut mencerminkan sulitnya pasar tenaga kerja menyerap angkatan kerja baru. Penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu tantangan struktural yang dihadapi negara tersebut.

7. Georgia (13,9 persen)

Georgia mencatatkan tingkat pengangguran sebesar 13,9 persen dan menjadi salah satu negara dengan persoalan ketenagakerjaan di kawasan Kaukasus. Terbatasnya kesempatan kerja serta tantangan ekonomi makro memengaruhi kemampuan pasar tenaga kerja menyerap angkatan kerja.

Angka tersebut menunjukkan penciptaan pekerjaan masih menjadi tantangan bagi perekonomian Georgia. Perluasan kegiatan ekonomi diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja.

8. Armenia (12,8 persen)

Armenia mencatatkan tingkat pengangguran sebesar 12,8 persen di tengah tekanan terhadap pasar tenaga kerja di kawasan Kaukasus. Perlambatan ekonomi turut menjadi tantangan dalam memperluas kesempatan kerja bagi penduduk.

Kondisi tersebut membuat penyerapan tenaga kerja masih perlu diperkuat. Pertumbuhan sektor usaha menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung pembukaan lapangan kerja baru.

9. Bosnia dan Herzegovina (12,6 persen)

Bosnia dan Herzegovina mencatatkan tingkat pengangguran sebesar 12,6 persen. Dampak konflik masa lalu, proses pemulihan ekonomi, dan tantangan dalam menarik investasi menjadi sejumlah persoalan yang memengaruhi kondisi ketenagakerjaan negara tersebut.

Upaya memperluas kesempatan kerja masih menjadi tantangan dalam proses pemulihan ekonomi. Investasi dibutuhkan untuk mendorong aktivitas usaha dan membuka lapangan pekerjaan.

10. Maroko (12,2 persen)

Maroko menutup daftar 10 negara dengan tingkat pengangguran tertinggi dengan angka 12,2 persen. Perlambatan ekonomi dan tingginya jumlah angkatan kerja muda menjadi tantangan dalam menyediakan pekerjaan yang memadai.

Kondisi tersebut menempatkan ketenagakerjaan sebagai salah satu persoalan penting di kawasan Afrika Utara. Perluasan kesempatan kerja dibutuhkan agar lebih banyak penduduk usia produktif dapat terserap ke pasar tenaga kerja.

Tingkat Pengangguran di Asia Tenggara

Berbeda dengan negara-negara dalam daftar tersebut, tingkat pengangguran di sejumlah negara Asia Tenggara berada di bawah 10 besar dunia. Namun, beberapa negara di kawasan ini masih menghadapi tantangan dalam menyerap angkatan kerja.

Indonesia mencatatkan tingkat pengangguran sebesar 5,2 persen dari jumlah penduduk sekitar 275 juta jiwa berdasarkan data yang disampaikan. Filipina berada di urutan berikutnya dengan tingkat pengangguran 5,1 persen pada 2026, sedangkan Thailand mencatatkan angka terendah di antara ketiganya, yakni 1,1 persen.

Data tersebut menunjukkan perbedaan kondisi pasar tenaga kerja di kawasan Asia Tenggara. Meski tingkat penganggurannya lebih rendah dibandingkan negara-negara dalam daftar 10 besar dunia, upaya memperluas lapangan kerja tetap menjadi tantangan bagi setiap negara.


(Adam Nur Fadhilah)

(Muhamad Marup)