Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Foto: Anadolu Agency.
Dunia Hadapi Krisis Energi, Saudi Jaga Pasokan Minyak
Husen Miftahudin • 1 October 2026 19:25
Riyadh: Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud (MBS) mengatakan dunia tengah menghadapi krisis energi dengan hasil yang belum dapat dipastikan. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka tahun ketiga masa sidang kesembilan Dewan Syura, mewakili Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Melansir Xinhua, Kamis, 1 Oktober 2025, putra mahkota menyebut Arab Saudi telah membantu menjaga keamanan energi global dengan mempertahankan pasokan minyak ke pasar internasional meski terjadi eskalasi di kawasan.
Arab Saudi juga mengambil inisiatif membentuk Aliansi Pertahanan Maritim Multinasional untuk meningkatkan keamanan laut dan melindungi kepentingan bersama di jalur pelayaran internasional. Langkah tersebut ditujukan untuk mencegah jalur pelayaran digunakan sebagai alat tekanan politik maupun ekonomi.
MBS menegaskan Arab Saudi terus bekerja sama dengan negara mitra untuk memperkuat kerja sama internasional, menurunkan eskalasi, serta meredakan ketegangan demi menjaga stabilitas kawasan dan dunia.
Ia juga menyerukan komunitas internasional segera menjalankan tanggung jawab untuk memastikan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dan bantuan kemanusiaan.
Keamanan negara Teluk saling berkaitan
MBS turut menyoroti serangan terhadap negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC). Menurut dia, serangan tersebut menunjukkan keamanan dan stabilitas negara-negara Teluk saling berkaitan.
Ia menekankan pentingnya langkah bersama, kerja sama strategis, serta integrasi ekonomi di antara negara anggota GCC. Dalam kesempatan tersebut, MBS kembali menegaskan dukungan Arab Saudi kepada pemerintah Yaman melalui koalisi untuk memulihkan legitimasi di negara tersebut.
Dukungan itu ditujukan untuk memperluas kewenangan pemerintah Yaman ke seluruh wilayah, memulihkan stabilitas, serta menghadapi serangan Houthi.
Sementara terkait Sudan, MBS menegaskan dukungan Arab Saudi terhadap persatuan dan stabilitas negara tersebut. Arab Saudi juga mendukung upaya menjaga lembaga pemerintahan yang sah serta melindungi masyarakat dari perang dan kehancuran lebih lanjut.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: dok ICDX)
Capaian Saudi Vision 2030
Di dalam negeri, MBS mengatakan indikator kinerja program dan strategi Saudi Vision 2030 telah mencapai 93 persen dari target setelah berjalan selama 10 tahun.
Ekspor nonmigas tercatat tumbuh 155 persen dibandingkan 2016. Sementara itu, kontribusi sektor swasta terhadap perekonomian meningkat menjadi 51 persen.
MBS menambahkan sektor transportasi dan logistik menunjukkan ketahanan dalam menghadapi gangguan rantai pasok sekaligus menjaga kelancaran arus barang dan jasa. Dana investasi negara Arab Saudi atau Public Investment Fund (PIF) juga mulai menjalankan strategi untuk lima tahun mendatang.
Strategi tersebut berfokus pada pembangunan ekosistem ekonomi domestik yang kompetitif, penguatan kemitraan dengan sektor swasta, serta peningkatan penggunaan komponen lokal.