Profil Yahya Cholil Staquf, Eks Ketum PBNU yang Dilantik Jadi Wantimpres RI

Gus Yahya dilantik jadi Wantimpres, dok: YouTube Sekretariat Negara

Profil Yahya Cholil Staquf, Eks Ketum PBNU yang Dilantik Jadi Wantimpres RI

Putri Purnama Sari • 2 October 2026 16:06

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto melantik Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Sebelum menduduki posisi tersebut, Yahya Cholil Staquf dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026. Ia terpilih dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Desember 2021. 

Profil Yahya Cholil Staquf

Yahya Cholil Staquf lahir di Rembang, Jawa Tengah, pada 16 Februari 1966. Ia merupakan putra dari KH Muhammad Cholil Bisri dan berasal dari keluarga yang memiliki hubungan erat dengan tradisi pesantren dan NU.

Ia juga merupakan kakak dari Yaqut Cholil Qoumas, yang pernah menjabat Menteri Agama Republik Indonesia. Sementara itu, pamannya adalah KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, ulama sekaligus budayawan.

Gus Yahya tumbuh dalam lingkungan pesantren. Ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, yang didirikan oleh kakeknya, KH Bisri Mustofa.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, di bawah asuhan KH Ali Ma'shum. Gus Yahya kemudian menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan juga pernah bermukim di Mekkah untuk memperdalam ilmu agama.

Pernah Jadi Juru Bicara Gus Dur

Karier Gus Yahya di pemerintahan mulai dikenal luas ketika Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi Presiden Republik Indonesia pada 1999. Saat itu, Gus Yahya dipercaya menjadi salah satu juru bicara kepresidenan. Posisi tersebut membuatnya terlibat dalam penyampaian berbagai kebijakan dan isu pemerintahan kepada publik.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Gus Yahya sebelum kembali aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan organisasi.

Perjalanan di PBNU


Gus Yahya, dok: Instagram

Gus Yahya kemudian semakin aktif dalam struktur organisasi NU. Ia pernah dipercaya sebagai Katib Aam PBNU untuk masa khidmat 2015-2021.

Pada Muktamar ke-34 NU di Lampung, 24 Desember 2021, Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026. Dalam pemilihan tersebut, ia memperoleh 337 suara dari total 548 suara yang masuk.

Di bawah kepemimpinannya, Gus Yahya juga aktif membawa gagasan mengenai peran NU dalam isu perdamaian, dialog antaragama, dan persoalan kemanusiaan di tingkat internasional.

Aktif dalam Forum Internasional

Selain berkiprah di NU, Gus Yahya dikenal aktif dalam berbagai forum internasional yang membahas agama, perdamaian, dan hubungan antarmasyarakat.

Ia menjadi salah satu tokoh yang mendorong gagasan Humanitarian Islam serta terlibat dalam berbagai inisiatif dialog lintas agama. Gus Yahya juga menjadi salah satu tokoh di balik Religion Forum 20 atau R20 yang digelar dalam rangkaian Presidensi G20 Indonesia pada 2022.

Aktivitas tersebut membuat namanya tidak hanya dikenal di lingkungan NU, tetapi juga dalam forum keagamaan dan perdamaian internasional.

Pernah Menjadi Anggota Wantimpres

Pelantikan pada 2 Oktober 2026 bukan kali pertama Gus Yahya berada dalam lingkungan Wantimpres. Sebelumnya, ia pernah dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada 31 Mei 2018 pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Kini, Gus Yahya kembali dipercaya menjadi anggota Wantimpres pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan pengalaman panjang di organisasi keagamaan, pemerintahan, serta forum internasional, Yahya Cholil Staquf kembali menempati posisi yang berkaitan dengan pemberian nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

(Putri Purnama Sari)