Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Pampalu, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud. (BNPB)
Lahan di Talaud Terbakar, BNPB: Angin Kencang jadi Kendala Pemadaman
Lukman Diah Sari • 30 September 2026 14:39
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Pampalu, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Insiden terjadi pada Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 10.00 Wita.
"Pada Selasa petang, api belum berhasil dipadamkan petugas gabungan," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi, Rabu, 30 September 2026.
Baca Juga :
"Petugas BPBD dan pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab karhutla," kata Berton.
Data terkini luas lahan terbakar mencapai tujuh hektare. Dia memastikan tidak ada korban jiwa akibat karhutla ini.
Selain penanganan di Sulawesi Barat, BNPB menegaskan masih terus memfokuskan pengendalian dan penanganan karhutla di enam provinsi prioritas, yakni di Pulau Sumatra di Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Serta di Pulau Kalimantan yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pemadaman di wilayah prioritas dikoordinasikan oleh pemerintah daerah setempat dengan dukungan penuh dari BNPB, TNI, Polri, serta kementerian/lembaga terkait.
.jpg)
Ilustrasi. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang.
Menghadapi ancaman karhutla di puncak musim kemarau, BNPB memantau tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah. Beberapa wilayah terpantau berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, khususnya di sebagian besar wilayah Sulawesi, Jawa, dan beberapa kepulauan di sekitarnya.
Merespons potensi bencana asap, BNPB meminta seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu siap siaga. Masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam pengawasan wilayah serta penyampaian laporan dini kepada petugas berwenang seperti BPBD.
BNPB menekankan bahwa tindakan cepat untuk mencegah api meluas merupakan langkah paling efektif dalam meminimalkan dampak karhutla serta memelihara lingkungan agar terbebas dari bencana asap.