Ilustrasi siswa menyantap MBG. Foto: Dok. Medcom.id.
Sinergi MBG dan Koperasi Merah Putih Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Fachri Audhia Hafiez • 21 October 2026 22:15
Jakarta: Sinergi antara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai berpotensi besar memperkuat perekonomian di tingkat pedesaan. Sekaligus menjadi instrumen efektif penggerak ekonomi kerakyatan dari akar rumput.
"Penyerapan anggaran program MBG yang telah mencapai sekitar Rp150 triliun terbukti berhasil memutar roda perekonomian desa melalui penciptaan lapangan kerja dan kebutuhan vendor lokal," kata pengamat ekonomi GREAT Institute Perdana Wahyu Santosa di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Baca Juga :
Ia melanjutkan, keberadaan program ini memberikan dampak ganda yang sangat terasa bagi warga perdesaan. MBG di pedesaan dinilai bermanfaat serta lebih sesuai dengan kebutuhan gizi masyarakat desa.
"Jika dikombinasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih, program ini memiliki potensi yang sangat bagus bagi perekonomian masyarakat," ujar Perdana.
Perdana menjelaskan, pengaktifan awal sekitar 15.000 hingga 20.000 Koperasi Desa Merah Putih dapat memosisikan koperasi sebagai rantai pasok dan sumber logistik utama MBG. Langkah ini menjamin kelancaran pasokan bahan pangan lokal sekaligus menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.
Dia mengimbau agar perbaikan tata kelola, pemangkasan risiko operasional, serta mitigasi risiko terus dikawal. Sehingga, program MBG tetap optimal sebagai motor penggerak ekonomi.
.jpeg)
Ilustrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Foto: Dok. Antara.
Pengamat Politik Ujang Komarudin menyebut MBG merupakan program strategis yang menjadi representasi kepemimpinan Presiden.
"MBG bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi ekonomi di sekitar dapur, bahkan di desa, juga berputar. Pekerja-pekerja yang tadinya menganggur mendapatkan pekerjaan, emak-emak yang tadinya tidak punya pekerjaan ikut turut membantu," kata Ujang.
Ia menegaskan pentingnya sosialisasi agar kebermanfaatan program yang baik ini benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ujang pun optimistis ketahanan ekonomi berbasis desa yang ditopang stabilitas makroekonomi akan menjadi fondasi kokoh bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global.