Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Turun, Brent Kini USD115 per Barel
Eko Nordiansyah • 26 October 2026 08:13
Beijing: Harga minyak dunia turun pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. Harga minyak sempat melonjak hingga mendekati level tertinggi dalam enam bulan pada akhir pekan lalu, meskipun serangan yang terus berlanjut terhadap Arab Saudi tetap memicu kekhawatiran terkait pasokan.
Dikutip dari Investing, kontrak berjangka minyak mentah AS turun USD1,60 atau 1,55 persen menjadi USD101,67 per barel. Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun USD1,56 atau 1,34 persen menjadi USD115,16.
Harga sempat ditutup lebih tinggi hampir USD3 pada Jumat setelah serangan kelompok Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi. Brent mengakhiri minggu dengan kenaikan enam persen, sementara WTI ditutup lebih tinggi sebesar 2,3 persen.
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Kekhawatiran pasokan masih tinggi
Serangan terus berlanjut sepanjang akhir pekan, dengan kelompok Houthi menyatakan telah menyerang bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi pada Sabtu. Arab Saudi pada Minggu menyatakan telah mencegat lebih banyak rudal dan pesawat nirawak (drone).Negara pengekspor minyak terbesar ini kembali mengoperasikan sebagian fasilitas di bandara utamanya pada Minggu, setelah mengalami kerusakan akibat serangan Houthi sebelumnya, meskipun kelompok militan tersebut bersumpah untuk terus menargetkan fasilitas tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa kini saatnya untuk mengambil keputusan terkait apakah akan mencapai kesepakatan dengan Teheran atau menyelesaikan masalah ini sepenuhnya. Pernyataan tersebut memunculkan kemungkinan kembalinya permusuhan setelah berbulan-bulan konflik.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa jika rasionalitas yang dikedepankan, Amerika Serikat tidak akan mencoba melakukan serangan lagi. Situasi keamanan di sekitar Laut Merah juga memburuk seiring dengan pergerakan kelompok Houthi menuju Selat Bab el-Mandeb, sebuah titik sempit strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Secara terpisah, Perusahaan Minyak Nasional Libya (National Oil Corporation) menyatakan pekan lalu bahwa sebuah katup pipa yang menghubungkan ladang minyak Hamada dan Tahara ke pelabuhan Zawiya telah ditutup. Hal ini menyebabkan penurunan produksi di kedua ladang tersebut sekaligus menambah kekhawatiran mengenai ketersediaan pasokan.