Proses evakuasi korban kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. Foto: Dok. Basarnas.
KNKT Kerahkan Tim Investigasi, Kumpulkan Fakta Kecelakaan Kereta di Bekasi
Fachri Audhia Hafiez • 28 April 2026 08:34
Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bergerak cepat mengusut penyebab kecelakaan hebat yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026. Tim investigasi telah diterjunkan ke lokasi guna mengumpulkan data primer terkait insiden maut tersebut.
“Tim investigasi KNKT sudah berada di lokasi kejadian dari tadi malam untuk mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan,” ujar Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anurogo saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Hingga Selasa pagi, upaya evakuasi masih terus dilakukan secara intensif. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, yang meninjau langsung lokasi kejadian pada dini hari, menginstruksikan percepatan proses evakuasi dengan prioritas utama keselamatan korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta.
"Kemenhub (Kementerian Perhubungan) memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak," tegas Dudy dalam pernyataannya.
Berdasarkan laporan tim SAR di lapangan, hingga pukul 05.11 WIB, petugas masih berupaya mengeluarkan tiga dari tujuh penumpang yang terjepit di gerbong nomor 8. Gerbong tersebut diketahui merupakan gerbong khusus wanita yang mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan.

Petugas berupaya mengevakuasi penumpang yang masih terjebak dalam gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/zk.
Kemenhub menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan pendataan korban berjalan akurat. Fokus utama saat ini adalah normalisasi jalur serta pemulihan kondisi psikis para korban terdampak.
Insiden maut ini terjadi pada Senin malam pukul 20.55 WIB. Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 relasi Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di area Stasiun Bekasi Timur (BKST).