Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Dok. MGN.
Musim Kemarau, Menteri LH Minta Riau Siaga Karhutla Sejak Dini
Atalya Puspa • 27 April 2026 08:57
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, memberikan peringatan serius terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026. Dengan prediksi musim kemarau yang lebih panjang serta kehadiran fenomena El Nino, wilayah rentan seperti Riau diminta melakukan langkah mitigasi ekstra ketat guna menghindari bencana kabut asap.
"Menurut BMKG, musim kemarau tahun ini diproyeksikan berlangsung cukup panjang, dari April hingga Oktober. Artinya, kita punya waktu yang panjang juga untuk menghadapi risiko karhutla. Ditambah dengan El Nino, ini harus kita antisipasi sejak awal," tegas Hanif dikutip dari Media Indonesia, Senin, 27 April 2026.
Hanif menjelaskan bahwa empat indikator utama, yakni ekosistem gambut, penurunan muka air tanah, riwayat kebakaran, dan kepadatan titik panas, menempatkan Riau dalam status prioritas utama. Langkah konkret kini tengah dilakukan KLH bersama lembaga terkait melalui penguatan patroli dan memastikan kesiapan sarana prasarana personel sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020.
"Daerah-daerah dengan gambut luas, muka air tanah yang turun, riwayat kebakaran berulang, dan hotspot tinggi harus menjadi prioritas. Di wilayah ini kita tidak boleh terlambat," jelas Hanif.
.jpeg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Selain kesiapan fisik, pemerintah juga mendorong perbaikan tata kelola air serta pembasahan lahan gambut secara konsisten. Pemanfaatan teknologi pemantauan titik panas yang terintegrasi diharapkan mampu memberikan respons cepat di lapangan sebelum api meluas.
Konsolidasi lintas sektor ini dinilai krusial mengingat karakteristik El Nino pada level lemah hingga moderat tetap dapat memicu kekeringan ekstrem. Hanif menekankan bahwa efektivitas penanganan karhutla tahun ini akan sangat bergantung pada kecepatan respons dan akurasi data pemantauan di titik-titik rawan.