Ilustrasi pelaku UMKM. Foto: Pexels.com/Firman Marek Brew.
Pembiayaan Ultra Mikro Tingkatkan Ketahanan Finansial Keluarga Prasejahtera
Fachri Audhia Hafiez • 28 July 2026 20:39
Jakarta: PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM di bawah naungan Danantara memperkuat peran sebagai motor pemberdayaan keluarga prasejahtera. Langkah ini ditempuh lewat penyaluran pembiayaan tanpa agunan yang disertai pendampingan secara berkelanjutan guna membangun fondasi ketahanan keuangan rumah tangga.
“Penguatan pembiayaan ultra mikro harus mampu memperluas akses usaha masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujar COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 28 Juli 2026.
Direktur Utama PNM Kindaris menjelaskan, peningkatan durasi ketahanan keuangan memiliki arti besar bagi masyarakat bawah. Tambahan waktu tersebut memberi ruang bagi keluarga prasejahtera untuk mengambil keputusan ekonomi yang lebih rasional tanpa terjerat pinjaman ilegal atau menjual aset produktif saat terdesak.
“Keluarga memiliki kesempatan mempertahankan usahanya tetap berjalan, memenuhi kebutuhan pangan secara lebih stabil, hingga menjaga keberlangsungan pendidikan anak,” terang Kindaris.
Melalui program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), nasabah rutin mengikuti Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM). Forum ini menjadi wadah edukasi pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, serta pembentukan budaya menabung secara terencana.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM di bawah naungan Danantara memperkuat peran sebagai motor pemberdayaan keluarga prasejahtera. Foto: Istimewa.
Berdasarkan riset BRI Research Institute tahun 2023, sebanyak 69,2% nasabah ultra mikro PNM mengalami peningkatan ketahanan keuangan. Sebanyak 48,1% responden kini memiliki daya tahan finansial selama 1–2 bulan saat krisis, meningkat dibanding sebelumnya yang hanya bertahan 1–2 minggu.
Stabilitas ekonomi rumah tangga ini berdampak langsung pada kualitas hidup anak. Risiko putus sekolah, kurang gizi, dan pekerja anak dapat ditekan, sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Di tingkat makro, ketahanan finansial jutaan keluarga ultra mikro ini turut menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal. Kindaris menegaskan keberhasilan pemberdayaan diukur dari kemampuan keluarga menghadapi masa depan secara mandiri.
"Itulah dampak yang terus kami upayakan bersama Danantara, menghadirkan pembiayaan yang tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga membangun ketahanan keluarga Indonesia," ucap Kindaris.