Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin dalam konferensi pers. (Dokumentasi/ Metro TV)
Polri Imbau Masyarakat Tidak Terpengaruh Hoaks soal Penyebab Blackout Sumatra
Muhammad Iqbal Sidiq • 25 May 2026 12:20
Jakarta: Polri mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak resah dengan peristiwa pemadaman massal (blackout) yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatra. Masyarakat diharapkan tidak terpancing dengan informasi palsu atau hoaks soal penyebab blackout tersebut.
“Kami tekankan kepada seluruh masyarakat, kami imbau agar tetap tenang dan tidak resah serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta adanya narasi menyesatkan yang seolah-olah ini adalah sabotase,” ujar Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin dalam konferensi pers, Senin, 25 Mei 2026.
Dia menegaskan sampai dengan saat ini, tidak ditemukan adanya sabotase atau unsur kesengajaan dari blackout tersebut. Dia menyampaikan pemadaman listrik terjadi akibat putusnya kabel transmisi yang kemungkinan disebabkan faktor teknis dan cuaca ekstrem.
“Kenapa kami bisa pastikan kalau ini bukan sabotase? Kerusakan atau putusnya kabel jaringan ini tidak rapi, dia lebih bersifat, berbentuk serabut. Jadi kalau dia sabotase pasti potongannya lebih rapi,” ujar dia.
.jpg)
Petugas sedang memperbaiki jaringan listrik di salah satu lokasi gangguan suplai. ANTARA/HO-Humas PLN
| Baca Juga: Bareskrim Polri Pastikan Blackout di Sumatra Bukan Sabotase |
Bareskrim Polri juga sudah menggandeng tim Puslabfor Polri untuk menganalisis penyebab putusnya kabel transmisi. Nunung menjelaskan ada tiga kemungkinan penyebab putusnya kabel transmisi yang akan didalami, antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga, maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem.
“Untuk kepentingan lebih lanjut bagian kabel transmisi yang mengalami putus telah diamankan, dan saat ini telah dalam penanganan tim Puslabfor Polri guna dilakukan pemeriksaan laboratorium dan analisis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kerusakan,” ujar dia.