1.867 Rumah di Pasuruan Terendam Banjir

Banjir yang melanda pemukiman warga di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (19/5). Sumber foto : BPBD Kabupaten Pasuruan

1.867 Rumah di Pasuruan Terendam Banjir

Lukman Diah Sari • 20 May 2026 19:17

Pasuruan: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan unit rumah di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, terendam banjir. Peristiwa bencana terebut terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026.

"Peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem yang mengakibatkan peningkatan debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan dan Welang, sehingga menyebabkan air masuk ke wilayah pemukiman," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi, pada Rabu, 20 Mei 2026.


Petugas dari Tim Reaksi Cepat BPBD Pasuruan meninjau kondisi warga terdampak banjir. ANTARA/HO-BPBD Pasuruan

Abdul mengungkap ada empat kecamatan terdampak, yakni Purwosari, Bangil, Pandaan dan Pohjentrek. Dia menyebut bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan diturunkan untuk melakukan pendataan dan penanganan korban terdampak.

"Hasil kaji cepat sementara tercatat 1.867 unit rumah dan satu jembatan terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter," ungkap dia. 

Abdul mengungkap bahwa hingga hari ini tidak ada informasi warga yang mengungsi. Petugas masih bersiaga untuk evakuasi warga jika diperlukan.

Masyarakat Diminta Siaga Bencana

Sementara itu, menyikapi masih tingginya curah hjan di wilayah Tanah Air, kata Abdul, pihaknya mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan potensi bencana alam.

Masyarakat pun diimbau melakukan evakuasi mandiri dan menggunakan jalur evakuasi aman, bila terjadi hujan dengan intesitas tinggi dan durasi lama. 


"Sedangkan untuk warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi," pesan Abdul.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)