Pembudidaya Ikan di Karanganyar Semangat Bekerja Berkat MBG

Pembudidaya dan pedagang ikan dari Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Dodo. (Dokumentasi/ Bakom RI)

Pembudidaya Ikan di Karanganyar Semangat Bekerja Berkat MBG

Silvana Febiari • 12 April 2026 15:43

Karanganyar: Pembudidaya dan pedagang ikan dari Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, semakin semangat bekerja. Sejak Presiden Prabowo Subianto melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), ikan yang dibudi dayakan selalu habis terserap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Petani itu sekarang semakin semangat memelihara ikan karena pasti laku,” kata Dodo, salah satu pembudidaya dan pedagang ikan di Karanganyar, Minggu, 12 April 2026. 

Sebelum ada program MBG, Dodo hanya bisa menyuplai sekitar 3 kuintal ikan per hari. Ikan-ikan yang terserap berasal dari berbagai jenis, seperti gurami, patin, lele, nila, dan kakap.
 


Kini dengan adanya program MBG, dia bisa menjual hingga 1 ton per minggu. Bahkan saat permintaan tinggi, dalam satu hari bisa terserap hingga 1 ton.

Dodo mengatakan keberadaan program MBG juga memberi tantangan tersendiri bagi pembudidaya ikan. Pasalnya, MBG membuat dia kewalahan untuk menyediakan ikan. Apalagi, banyak pelanggan individu yang mengambil ikan ke dia.

“Tentu permintaan semakin meningkat dan akhirnya produksi tidak seimbang. Makanya, sering pedagang akhir-akhir ini kesulitan mencari ikan konsumsi,” ungkap dia.


Pembudidaya dan pedagang ikan dari Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Dodo. (Dokumentasi/ Bakom RI)


Dia berharap ke depan pemerintah membina para pembudidaya ikan, terutama pemelihara ikan rumahan seperti dirinya. Selain untuk memenuhi kebutuhan MBG, semakin banyak peternak ikan pun akan membuat ekonomi lokal berjalan.

Saat ini, Dodo hanya bisa menyuplai ikan untuk tiga SPPG. Terkadang, dia juga tidak dapat memenuhi semua permintaan.

“Program MBG ini kelihatan sekali dampak ekonominya. Sangat luar biasa. Kami selaku pedagang ikan merasakan sekali dampaknya,” imbuhnya. 


Pembudidaya dan pedagang ikan dari Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Dodo. (Dokumentasi/ Bakom RI)


Untuk itu, dia meminta Prabowo untuk tidak menghentikan program MBG. Apalagi program ini juga bisa menggerakkan pedagang-pedagang komoditas lain seperti pedagang sayur, telur, susu, hingga beras. Masyarakat sekitar juga dilibatkan di dapur MBG untuk bekerja sebagai juru masak, pendistribusi makanan, hingga petugas administrasi.

“Perputaran ekonomi di sekitar kita gitu loh, Mas. Bapak Presiden, saya petani dari Klodran mengucapkan terima kasih. Dengan program Bapak ini perputaran ekonomi kami rasakan,” ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)