Edukasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Semarang pada akhir pekan kemarin. Dokumentasi/ istimewa
Edukasi Gizi Digencarkan, Program MBG Libatkan Warga dan Pesantren
Deny Irwanto • 17 February 2026 13:55
Semarang: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan sebagai upaya memperkuat pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memastikan hak dasar atas pangan berkualitas dapat dijangkau lebih luas.
Edukasi dilakukan Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris, Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Iskandar, beserta Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam Tengaran Abdul Fattah Ismail Farras di Kabupaten Semarang pada akhir pekan kemarin.
Haris menegaskan program MBG dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat kualitas kesehatan masyarakat sebagai dasar pembangunan nasional.
"Program MBG ini tidak hanya berkontribusi dalam pembentukan sumber daya manusia yg unggul, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan petani, nelayan, serta pelaku UMKM dan perluasan kesempatan kerja," kata Haris dalam keterangan pers dikutip, Selasa, 17 Februari 2026.

Edukasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Semarang pada akhir pekan kemarin. Dokumentasi/ istimewa
"Saya berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan efektif. Pengawasan dan dukungan kebijakan yang konsisten sangat dibutuhkan agar pelaksanaan di lapangan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," jelas Haris.
Dalam forum sosialisasi, dijelaskan bahwa pelaksanaan MBG juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok pangan lokal. Melalui koordinasi lintas sektor, kebutuhan bahan makanan diupayakan menyerap komoditas dari petani, peternak, dan produsen daerah sehingga manfaat ekonomi berputar di wilayah setempat.
Pendekatan kolaboratif antara lembaga legislatif, eksekutif, komunitas pendidikan, dan masyarakat dinilai penting agar program tidak hanya berjalan administratif, tetapi juga berdampak sosial. Pengawasan berbasis data dan evaluasi berkala disebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kualitas pelaksanaan program gizi nasional tersebut.