Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com
BMKG: Kalsel Diprakirakan Hujan Mulai Oktober
Lukman Diah Sari • 22 August 2026 21:27
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai meningkat pada Oktober 2026. Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel, Utari Randiana, mengatakan peningkatan curah hujan tersebut diprakirakan mulai terjadi di Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah.
"Sedangkan pada November, curah hujan tingkat menengah mulai merata dari wilayah utara menuju selatan Kalimantan Selatan, mencakup Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tapin," ujarnya di Banjarbaru, Sabtu, 22 Agustus 2026.
"Kondisi curah hujan pada September masih diprakirakan berada pada kategori sangat rendah hingga rendah, sehingga peningkatan yang mulai terlihat pada Oktober menjadi bagian dari perubahan kondisi hujan secara bertahap," jelas Utari.
Berdasarkan pemodelan cuaca harian per 22 Agustus, kondisi curah hujan terpantau masih nihil. Kendati demikian, potensi hujan lokal berskala ringan mulai diprakirakan turun pada 23 Agustus di wilayah timur dan selatan Kalsel.
Utari menambahkan, prospek cuaca mingguan juga menunjukkan adanya potensi hujan lokal antara tanggal 22 hingga 25 Agustus, dengan model Global Forecast System (GFS) mengindikasikan peluang hujan mulai 23 Agustus.

Ilustrasi pembakaran lahan. Foto: dok. Antara.
Di sisi lain, tingkat kemudahan terbakar lahan pada periode 22–23 Agustus 2026 dilaporkan masih berada pada kategori "sangat mudah terbakar" di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Masyarakat pun diminta tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ariansyah, mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan titik api agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
Ia juga mengingatkan warga yang beraktivitas di luar ruangan agar meningkatkan kewaspadaan dan memakai masker guna mengantisipasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan. Selain itu, para pengguna jalan dan transportasi diimbau agar lebih berhati-hati saat jarak pandang terbatas akibat kabut.
"Keterlibatan masyarakat diperlukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, baik melalui pelaporan titik api maupun kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruang selama kondisi lahan masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar," pungkas Ariansyah.