Sebanyak 65 relawan Pemuda Katolik berangkat dari Kupang menuju Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Foto: Dok. Istimewa.
Bantu Warga Terdampak Gempa, Pemuda Katolik NTT Berangkatkan 65 Relawan ke Flores
M Sholahadhin Azhar • 23 August 2026 12:43
Jakarta: Sebanyak 65 relawan Pemuda Katolik berangkat dari Kupang menuju Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Tim berangkat menggunakan KM Ilelabalekan dengan waktu perjalanan sekitar 19 jam menuju Ende, lalu bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak, yakni Nagekeo, Ngada, hingga Ruteng, sesuai hasil koordinasi dan kebutuhan di lapangan.
Tim kemanusiaan Pemuda Katolik Komisariat Daerah NTT diperkuat 18 tenaga kesehatan yang terdiri atas perawat, bidan, dan tenaga farmasi. Para relawan akan terlibat dalam pelayanan kesehatan, dapur umum, distribusi bantuan, pemulihan fasilitas umum, serta pendampingan masyarakat.
“Ketika saudara-saudara kita di Flores membutuhkan pertolongan, kita harus hadir dan bergerak bersama. Pemuda Katolik hadir untuk membersamai, melayani, dan membantu proses pemulihan masyarakat,” kata Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma dalam keterangan tertulis, Minggu, 23 Agustus 2026.
Gusma menjelaskan keadaan di Flores sangatlah memprihatinkan pasca gempa bumi, mulai dari kebutuhan pangan, obat-obatan, logistik dan lainnya jadi dengan keberadaan relawan ini. Gusma berharap dapat lebih membantu masyarakat yang terdampak.
"Justru dengan keberadaan relawan ini, mereka siap bantu warga, entah itu mendistribusikan bantuan, ada juga yang tenaga kesehatan, itulah fungsi kami disana ya untuk melayani," jelas Gusma.
Senada dengan Gusma, Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuvensius Tukung, mengatakan keberangkatan relawan merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa hati untuk hadir dan ikut merasakan apa yang sedang dialami masyarakat. Kami terpanggil untuk memberikan diri dan terlibat langsung dalam penanganan masyarakat,” ujar Yuvensius.

Sebanyak 65 relawan Pemuda Katolik berangkat dari Kupang menuju Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Foto: Dok. Istimewa.
Menurut Yuvensius, keberangkatan relawan merupakan langkah lanjutan setelah Pemuda Katolik sebelumnya membentuk posko di Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi dan memastikan kader Pemuda Katolik terlibat secara konkret dalam penanganan bencana.
“Kami melihat masyarakat tidak hanya membutuhkan logistik, tetapi juga kehadiran orang-orang yang dapat membantu mendistribusikan bantuan, memasak di posko, dan memberikan pelayanan. Tenaga kesehatan di daerah terdampak juga merupakan bagian dari masyarakat yang terkena dampak, sehingga membutuhkan dukungan tambahan,” kata Yuvensius.
Ia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya kemanusiaan tersebut. Pemuda Katolik Komda NTT juga telah mengaktifkan Media Centre serta mempersiapkan keberangkatan relawan pada kloter berikutnya.
Dalam aksi kemanusiaan ini, Pemuda Katolik tidak bergerak sendiri. Tim relawan diperkuat melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Khusus Daerah Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi NTT, dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).
“Kami berterima kasih kepada RSJ Naimata Kupang, IPKJI, dan PAFI. Ini merupakan kolaborasi yang luar biasa dan akan terus kami kembangkan untuk mempercepat penanganan masyarakat terdampak gempa Flores,” kata Yuvensius.
Direktur Rumah Sakit Daerah Jiwa Naimata, Novy Enggelin Elim, mengapresiasi inisiatif Pemuda Katolik yang membuka ruang kolaborasi dalam penanganan bencana.
“Kami melihat ini sebagai hal yang mulia dan menyambut baik kolaborasi ini. Koordinasi dan kerja sama seperti ini akan mempercepat proses penanganan masyarakat terdampak,” ujar Novy.
Aksi kemanusiaan tersebut juga mendapat dukungan Pengurus Pusat Pemuda Katolik. Komandan Nasional Paskokat (Pasukan Komando Pemuda Katolik), Yustinus Wuarmanuk, dan Ketua Bidang Sosial dan Tanggap Bencana Pemuda Katolik, Aris Retnanto, turut mendampingi koordinasi respons kemanusiaan menuju Flores.