298 Kasus Karhutla Landa Palangka Raya, Terbanyak di Jekan Raya

Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan di wilayah Kota Palangka Raya. ANTARA/Auliya Rahman.

298 Kasus Karhutla Landa Palangka Raya, Terbanyak di Jekan Raya

Lukman Diah Sari • 20 August 2026 09:29

Palangka Raya: Pemkot Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menangani 298 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 1 Juni hingga 19 Agustus 2026. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan rentetan kejadian karhutla tersebut telah menghanguskan sekitar 261,41 hektare lahan yang tersebar di sejumlah kecamatan.

"Selama periode 1 Juni sampai 19 Agustus 2026, kami mencatat terjadi 298 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 261,41 hektare," kata Heri di Palangka Raya, Kamis, 20 Agustus 2026, melansir Antara.

Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, berikut adalah rincian sebaran kejadian karhutla:
  1. Kecamatan Jekan Raya: 188 kejadian.

  2. Kecamatan Sabangau: 68 kejadian.

  3. Kecamatan Pahandut: 25 kejadian.

  4. Kecamatan Bukit Batu: 8 kejadian.

  5. Kecamatan Rakumpit: Nihil kejadian.

Heri menjelaskan, setiap laporan kebakaran segera ditindaklanjuti untuk mencegah meluasnya titik api, terutama di kawasan lahan gambut yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar saat musim kemarau. Dalam proses pemadaman, BPBD bersinergi dengan berbagai unsur gabungan, yang meliputi Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pemadam kebakaran, relawan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

Ilustrasi pemadaman karhutla. Foto: Dok. ANTARA FOTO.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menegaskan pihaknya terus memperkuat langkah antisipasi melalui patroli rutin di kawasan rawan, sosialisasi masyarakat, dan penyebaran informasi peringatan dini.

"Kami terus mengedepankan upaya pencegahan karena jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," ujar pria yang akrab disapa Budi tersebut.

Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di area semak kering, serta segera melapor apabila melihat titik api. Keterlibatan aktif semua pihak sangat krusial guna menekan dampak kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan akibat kabut asap karhutla.

(Lukman Diah Sari)