Kader posyandu dan bidan di Lubuk Alung dilatih kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dok. FK Unbrah
Unbrah Bekali Kader dan Bidan Lubuk Alung Hadapi Risiko Bencana
Achmad Zulfikar Fazli • 14 August 2026 18:25
Padang: Kader Posyandu dan bidan merupakan garda terdepan dalam pelayanan masyarakat saat bencana. Mereka harus siap memberikan layanan kesehatan kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu nifas, bayi, dan balita.
Untuk memastikan kesiapsiagaan kader dan bidan, Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah (Unbrah) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Hibah dari Kemdiktisaintek memberikan pembekalan menghadapi risiko kesehatan ibu dan anak saat terjadi bencana. Tim pelaksana dalam kegiatan ini terdiri atas Apt. Dessy Abdullah, Dr. Ira Suryanis, M.Keb., dr. Rinita Amelia, PhD., dan Yudha Endra Pratama, M. Biotek, serta melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah.
Sementara itu, pembekalan diikuti 25 peserta terdiri atas 21 kader posyandu dan empat bidan di Aula Pertemuan Puskesmas Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu, 12 Agustus 2026. Peserta dibekali kesiapsiagaan kesehatan ibu dan anak dalam situasi bencana, pengenalan risiko, deteksi dini, serta peran kader dan bidan dalam mendampingi keluarga yang berada dalam kondisi rentan.
“Kelompok resiko dan rentan harus dipetakan untuk meminimalisir adanya korban saat bencana,” ujar anggota tim pelaksana PKM, Dr. Ira Suryanis dalam keterangannya, dikutip Jumat, 14 Agustus 2026.
Pelatihan tidak memberikan materi melalui pemaparan, tetapi juga dikemas melalui diskusi, studi kasus, dan simulasi sederhana. Dengan pendekatan tersebut, peserta diajak menghubungkan materi dengan kondisi yang mungkin mereka hadapi ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kader posyandu dan bidan dipandang memiliki posisi penting karena mereka tenaga yang relatif dekat dengan keluarga di tingkat komunitas. Dalam situasi bencana, mereka diharapkan dapat membantu mengenali kondisi yang membutuhkan perhatian segera, memberikan edukasi kepada keluarga, serta membantu menghubungkan masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan Model Pos Kesehatan Komunitas Tangguh Pascabencana. Model ini sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas yang ada agar lebih siap menghadapi situasi darurat.
Melalui model tersebut, kader, bidan, dan unsur masyarakat diharapkan memiliki pemahaman mengenai pembagian peran serta koordinasi yang diperlukan ketika terjadi kondisi bencana, khususnya dalam memberikan perhatian kepada ibu dan anak.
Tim PKM juga menyiapkan modul dan SOP sederhana yang dapat digunakan sebagai panduan bagi kader dan bidan dalam mendukung kesiapsiagaan kesehatan ibu dan anak.
“Modul dan SOP yang dikemas dalam buku saku dapat meningkatkan kewaspadaan kepada kita semua, terutama kader posyandu sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat serta perpanjangan tangan dari instansi kesehatan terkait,” ujar Ketua Tim PKM dari Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Apt. Dessy Abdullah.

Kader posyandu dan bidan di Lubuk Alung dilatih kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dok. FK Unbrah
Program tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Penguatan kapasitas kader dan bidan dirancang untuk dilanjutkan melalui pendampingan, serta pemanfaatan modul dan SOP dalam pelayanan kesehatan komunitas dan posyandu.
Kegiatan PKM ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, Puskesmas Lubuk Alung, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah memberikan pengalaman pembelajaran langsung di tengah masyarakat, sekaligus mendukung pelaksanaan kegiatan edukasi dan pendampingan.
Kepala Puskesmas Lubuk Alung, dr. Melia Memory M. KM berharap kegiatan dapat berkelanjutan tidak sebatas edukasi dan simulasi, tetapi juga peningkatan kerja sama dalam penyampaian hasil riset yang telah disampaikan perguruan tinggi untuk peningkatan wawasan kader dan tenaga kesehatan dilapangan.
Bagi Universitas Baiturrahmah, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi untuk menghadirkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Di samping itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Lubuk Alung. Ketika bencana terjadi, kader dan bidan tidak boleh hanya menjadi penerima informasi, tetapi harus menjadi garis terdepan membantu keluarga menghadapi situasi darurat kesehatan.
Dengan penguatan kapasitas tersebut, upaya perlindungan kesehatan ibu dan anak diharapkan tidak hanya berjalan dalam kondisi normal, tetapi juga dapat dilakukan ketika masyarakat menghadapi situasi bencana.