Indonesia Masuk Peta Strategi G7 untuk Kerja Sama Mineral Kritis

Bendera negara-negara anggota G7. (Anadolu Agency)

Indonesia Masuk Peta Strategi G7 untuk Kerja Sama Mineral Kritis

Willy Haryono • 19 April 2026 20:04

Washington: Jajaran menteri keuangan negara G7 sepakat untuk meningkatkan kerja sama dengan negara-negara kaya sumber daya alam, termasuk Indonesia, serta dengan bank pembangunan multilateral demi mengurangi ketergantungan pada mineral kritis dari Tiongkok.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan di Washington yang turut melibatkan negara mitra dan produsen mineral, termasuk Indonesia, India, Australia, dan Argentina.

“Kami membahas penguatan rantai pasok mineral kritis. Ini situasi yang saling menguntungkan karena pasokan dapat diamankan dari berbagai negara,” ujar Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, seperti dikutip dari Antara, Minggu, 19 April 2026.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut berpotensi membuka peluang bisnis serta mendorong pertumbuhan ekonomi di negara-negara penghasil sumber daya.

“Mengingat potensi kolaborasi, saya percaya ini memiliki prospek yang signifikan,” kata Katayama.

Pertemuan yang dipimpin bersama oleh Prancis dan Jepang itu juga dihadiri pimpinan Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB).

Mengurangi Ketergantungan

Seorang pejabat Jepang menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mendiversifikasi rantai pasok global serta mengurangi ketergantungan yang berlebihan pada satu negara.

Di sisi lain, pendekatan yang diusulkan Prancis dinilai lebih menekankan kerja sama berbasis proyek bisnis, dibandingkan gagasan Amerika Serikat mengenai pembentukan “zona perdagangan preferensial.”

Saat ini, Tiongkok menguasai sekitar 70 persen produksi logam tanah jarang dunia, dengan sekitar 90 persen proses pemurnian dilakukan di negara tersebut. Mineral ini menjadi komponen penting dalam industri teknologi tinggi.

Katayama menekankan bahwa ketergantungan yang tinggi terhadap satu negara dapat menimbulkan risiko strategis, termasuk potensi penggunaan pasokan sebagai alat tekanan.

Baca juga:  G7 Serukan Produksi Mineral Kritis yang Berkelanjutan dan Aman

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)