Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi dalam Sebulan, Brent Dipatok USD85,21/Barel
Eko Nordiansyah • 15 July 2026 08:28
Houston: Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026, meski sempat terkoreksi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka bagi seluruh kapal, kecuali kapal yang terkait dengan Iran.
Trump juga membatalkan usulan biaya kompensasi sebesar 20 persen bagi AS untuk memberikan perlindungan pelayaran di Selat Hormuz. Sebagai gantinya, negara-negara Teluk akan meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi dengan AS.
Dikutip dari Investing, Rabu, 15 Juli 2026, harga minyak mentah Brent kontrak September naik 2,3 persen menjadi USD85,21 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Agustus menguat dua persen menjadi USD79,68 per barel.
Kenaikan tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya Brent melonjak lebih dari sembilan persen, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Trump batalkan rencana biaya Selat Hormuz
Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka bagi seluruh lalu lintas kapal, kecuali kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran maupun mengangkut muatan terkait Iran."Selat Hormuz terbuka untuk semua lalu lintas kapal kecuali Iran. Oleh karena itu, kami akan melakukan blokade penuh, tetapi hanya terhadap kapal yang datang dan pergi dari pelabuhan Iran atau membawa kargo yang berkaitan dengan Iran," ujar Trump.
Trump mengatakan keputusan membatalkan biaya kompensasi diambil setelah berdiskusi dengan para pemimpin negara-negara Teluk.
"Berdasarkan percakapan yang sangat produktif dengan para pemimpin Timur Tengah, saya memutuskan mengganti biaya kompensasi sebesar 20 persen dengan kesepakatan perdagangan dan investasi dari berbagai negara Teluk ke Amerika Serikat," katanya.
.jpg)
(Ilustrasi harga minyak dunia. Foto: Dok ICDX)
Sebelumnya, usulan biaya tersebut menuai penolakan. CNBC melaporkan Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyatakan tidak terdapat dasar hukum untuk mengenakan biaya wajib bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Trump juga mengungkapkan para pemimpin negara Teluk mengusulkan peningkatan investasi bernilai miliaran dolar ke AS sebagai pengganti kebijakan tersebut.
Ketegangan AS-Iran masih membayangi
Meski pembatalan biaya kompensasi sempat meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak, konflik antara AS dan Iran masih menjadi faktor utama yang menopang harga minyak.Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Selasa menyatakan kembali melancarkan serangan terhadap Iran sebagai bagian dari persiapan melanjutkan blokade laut. Serangan terbaru itu menyusul operasi militer yang telah berlangsung selama tiga malam berturut-turut.
Eskalasi kembali terjadi setelah muncul laporan mengenai serangan terhadap kapal tanker minyak komersial di sekitar Selat Hormuz. Kondisi tersebut mengakhiri gencatan senjata sementara yang sebelumnya sempat tercapai antara kedua negara.
Kepala Ahli Strategi Teknis LPL Financial Adam Turnquist mengatakan perubahan cepat dari kesepakatan damai menuju eskalasi konflik membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan risiko terhadap pasokan minyak global.
"Pergeseran mendadak dari nota kesepahaman AS-Iran bulan lalu menuju eskalasi baru telah mendorong pasar menilai ulang risiko pasokan. Cadangan minyak strategis global yang sebelumnya membantu meredam guncangan pasokan kini telah menyusut ke level yang sangat rendah," ujar dia.