Pentagon Rilis Puluhan Dokumen UFO Baru, Termasuk Insiden di Fasilitas Nuklir

Pentagon merilis 40 dokumen baru terkait UFO atau UAP pada Jumat, 10 Juli 2026. (Anadolu Agency)

Pentagon Rilis Puluhan Dokumen UFO Baru, Termasuk Insiden di Fasilitas Nuklir

Willy Haryono • 11 July 2026 16:48

Washington: Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada Jumat, 10 Juli 2026, merilis kumpulan dokumen baru terkait fenomena udara tak dikenal atau Unidentified Anomalous Phenomena (UAP), istilah resmi yang kini digunakan pemerintah AS untuk menggantikan sebutan UFO.

Dikutip dari TRT World, Sabtu, 11 Juli 2026, rilis terbaru tersebut mencakup 40 berkas yang terdiri atas 14 dokumen, 19 video, empat rekaman audio, dan tiga gambar.

Seluruh materi berasal dari berbagai lembaga pemerintah Amerika Serikat, termasuk Pentagon, NASA, CIA, FBI, serta Departemen Energi AS.

Dokumen-dokumen tersebut dipublikasikan melalui situs resmi UAP Pentagon sebagai bagian dari perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump awal tahun ini yang mewajibkan pelepasan dokumen terkait kepada publik.

Seperti pengungkapan sebelumnya, sebagian besar dokumen berisi arsip historis yang minim sensor serta laporan dan rekaman terbaru mengenai insiden udara yang belum dapat dijelaskan.

Insiden di Fasilitas Nuklir Texas

Salah satu dokumen yang paling menonjol berasal dari Departemen Energi AS dan mengungkap insiden pada September 2015 ketika sebuah objek tak dikenal memasuki wilayah udara terbatas di atas fasilitas senjata nuklir Pantex dekat Amarillo, Texas.

Menurut laporan tersebut, dua petugas keamanan sempat mengejar objek tersebut setelah fasilitas itu ditempatkan dalam status penguncian penuh.

Meski berhasil mengamati objek tersebut dari jarak dekat, keduanya melaporkan tidak menemukan suara maupun sistem propulsi yang terlihat, bahkan setelah menggunakan teropong.

Objek itu dilaporkan melayang selama satu hingga dua menit sebelum bergerak ke arah utara dan meninggalkan area tersebut.

Sekitar setengah dari seluruh dokumen yang dirilis berasal dari periode setelah 2010 dan mencakup rekaman inframerah yang diperoleh melalui sensor militer.

Video-video tersebut mendokumentasikan objek tak dikenal di berbagai wilayah dunia, termasuk Samudra Pasifik bagian barat, Samudra Atlantik, serta kawasan Timur Tengah.

Salah satu insiden terjadi di atas Samudra Atlantik pada 2020 dan melibatkan awak Angkatan Laut Amerika Serikat.

Dalam laporan yang sebagian besar masih disensor, seorang awak militer menggambarkan objek tersebut berwarna merah marun gelap dengan ukuran sekitar 3,6 hingga 4,5 meter.

Objek yang Teridentifikasi

Dokumen lainnya mengungkap penampakan objek misterius di wilayah timur Amerika Serikat pada 2019 yang disaksikan seorang pilot militer bersama empat personel lainnya.

Dalam laporan pasca-misi, pilot tersebut menulis bahwa pola pergerakan objek tersebut tidak menyerupai apa pun yang pernah ia temui selama 28 tahun bertugas di Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS.

Objek tersebut terlihat bergerak sangat cepat dalam garis lurus di bawah pesawat dan melaju ke arah berlawanan. Pilot mengamati objek itu selama sekitar 10 hingga 15 detik sebelum mengaktifkan sistem perekaman video.

Namun ketika kamera diperbesar untuk memperoleh gambar yang lebih jelas, objek tersebut keluar dari bidang pandang karena kecepatannya yang sangat tinggi dan tidak dapat ditemukan kembali.

Analisis pasca-penerbangan terhadap rekaman video menunjukkan objek tersebut kemungkinan memiliki bentuk persegi panjang.

Menurut laporan tersebut, personel lain yang menyaksikan insiden itu juga tidak mampu mengidentifikasi objek yang mereka lihat.

Video yang dirilis Pentagon memperlihatkan objek tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi yang hingga kini belum dapat dijelaskan secara resmi oleh pemerintah Amerika Serikat.

Baca juga:  Pentagon Rilis 162 Dokumen Rahasia Tentang UFO ke Publik

(Willy Haryono)