Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif/Pemkot Malang.
Dinkes Malang Usulkan 11 Ribu Nakes Divaksin MR
Daviq Umar Al Faruq • 8 June 2026 15:28
Malang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang melindungi para tenaga medis dari ancaman penyakit menular. Sebanyak 11 ribu tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) diusulkan segera vaksin campak dewasa atau vaksin Measles-Rubella (MR).
Langkah ini diambil menyusul terbitnya izin perluasan indikasi vaksin MR untuk kelompok dewasa dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Otoritas kesehatan setempat kini tengah mematangkan persiapan agar program perlindungan tersebut dapat segera berjalan begitu vaksin tiba.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengonfirmasi seluruh data calon penerima telah dihimpun dari berbagai fasilitas kesehatan (faskes) pemerintah maupun swasta. Berkas pengajuan alokasi vaksin tersebut kini sudah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk diproses lebih lanjut.
"Semua data sudah masuk, mulai dari RSUD, 16 puskesmas, Dinas Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah, hingga 28 rumah sakit yang ada di Kota Malang," kata Husnul saat dikonfirmasi, Senin, 8 Juni 2026.
Lebih lanjut, Husnul memaparkan angka 11 ribu peserta tersebut merupakan akumulasi tenaga kesehatan yang berpotensi menjadi sasaran gelombang awal. Kendati demikian, prioritas utama penyuntikan akan menyasar para nakes yang bertugas di bawah naungan Pemerintah Kota Malang.
Kebijakan lokal ini sejalan dengan program Kementerian Kesehatan yang membidik sekitar 290 ribu tenaga medis di seluruh Indonesia sebagai kelompok prioritas nasional. Target tersebut dipasang untuk memutus rantai penularan di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.
Saat ini, Pemkot Malang masih dalam posisi siaga menunggu lampu hijau pengiriman vaksin dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. Skema pendistribusian ke setiap faskes sudah dirancang matang agar proses vaksinasi mandiri berjalan lancar tanpa memicu antrean panjang.
"Kami sudah mengajukan, dan saat ini tinggal menunggu pengiriman vaksin dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. Setelah tersedia, vaksin akan kami distribusikan ke fasilitas kesehatan yang selanjutnya akan melaksanakan vaksinasi kepada tenaga kesehatan yang telah terdata," beber Husnul.

Tenaga kesehatan RS Adam Malik menjalani imuniasi perlindungan terhadap campak di Medan, Sumatera Utara. ANTARA/HO-RS Adam Malik.
Mengenai teknis medis, Husnul memperkirakan agenda penyuntikan massal ini dapat dimulai dalam waktu dekat. Regulasi pemberian vaksin MR dewasa ini nantinya akan mengadopsi mekanisme yang biasa diterapkan pada anak-anak.
"Nantinya diberikan dalam dua dosis. Tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar penyakit menular. Vaksinasi MR dewasa ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan sekaligus memperkuat upaya pencegahan campak dan rubella di Kota Malang," ungkap Husnul.
Imunisasi MR memiliki peran krusial dalam memberikan perlindungan ganda terhadap infeksi campak (measles) dan campak Jerman (rubella). Intervensi medis ini sangat vital untuk meminimalkan komplikasi fatal seperti radang otak, pneumonia, hingga kecacatan bawaan pada bayi baru lahir.
Di sisi lain, grafik epidemiologi di Kota Malang sebenarnya menunjukkan tren yang sangat positif. Dinkes mencatat tidak ada kasus positif campak di lima kecamatan se-Kota Malang hingga awal Mei 2026. Keberhasilan ini berkat masifnya program imunisasi kejar yang berlangsung sepanjang Februari hingga April lalu.