Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Kasus Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid memberikan keterangan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Kamis malam (24/9/2026). (ANTARA/Firman)

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Kasus Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

Whisnu Mardiansyah • 24 September 2026 23:10

Banjarmasin: Mabes Polri mengambil alih penanganan perkara tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Kapal tersebut tenggelam pada Minggu, 13 September 2026, saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

"Penanganan perkaranya dilimpahkan ke Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid di Banjarmasin, seperti dilansir Antara, Kamis malam, 24 September 2026.

Sebelum perkara dilimpahkan, tim Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Kalsel telah melakukan rangkaian penyelidikan atas peristiwa tersebut. Penyelidikan dilakukan atas perintah Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Sejumlah pihak telah dimintai keterangan selama proses penyelidikan, termasuk anak buah kapal (ABK) yang berhasil selamat serta pihak lain yang berkaitan dengan peristiwa tenggelamnya kapal tersebut. Selanjutnya, proses penanganan perkara dilanjutkan oleh Mabes
 


Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 menjadi perhatian karena jumlah korban yang terdampak cukup besar. Selain korban meninggal dunia, masih terdapat korban yang belum ditemukan hingga Kamis malam.

Para korban berasal dari sejumlah daerah. Mayoritas korban tercatat berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, termasuk Kalimantan Selatan.


Basarnas mengatakan tim penyelam gabungan berhasil menemukan 14 jasad korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Seluruh jasad tersebut dievakuasi dari dalam bangkai kapal yang tenggelam di Laut Jawa.


Kapal Virgo Transport 8 sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan membawa 243 orang serta 89 kendaraan.

Dari total manifes tersebut, terdiri atas 59 penumpang dewasa, satu penumpang anak, 126 sopir dan kernet, 27 pengikut atau mitra kerja kapal, serta 30 kru kapal.

Hingga Kamis malam, sebanyak 93 korban masih dalam proses pencarian. Sementara itu, 108 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat dan 42 orang ditemukan meninggal dunia.

(Whisnu M)